IMAGE-1 IMAGE-2 IMAGE-3 IMAGE-4 IMAGE-5
Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Menuju Pemimpin

PENGERTIAN

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin) untuk mempengaruhi orang lain (yaitu yang di pimpin). Sehingga orang lain bertingkah laku sebagaimana yang dikehendaki oleh pemimpin.

Kepemimpinan sebagai kedudukan merupakan kumpulan hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh seseorang atau suatu badan hukum.

Sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau sesuatu badan hukum yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

PERKEMBANGAN KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan merupakan hasil dari dinamika interaksi sosial. Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Selain itu munculnya seorang pemimpin sangat-sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan dimana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar.


CIRI KHAS PEMIMPIN YANG BAIK

1. Integritas
Integritas didefinisikan sebagai kualitas yang membuat orang mempercayai anda. Kepercayaan adalah yang penting dalam semua bentuk hubungan. Integritas secara harfiah berarti keseluruhan pribadi kata itu juga mengungkapkan rasa kesetiaan terhadap standar atau nilai-nilai dari luar diri anda, terutama kebenaran. Kepercayaan dan kebenaran adalah bagai saudara sepupu. 

2. Antusiasme
Antusiasme merupakan ciri umum seorang pemimpin.

3. Kehangatan

4. Tegas dan Adil

Kekuatan kepemimpinan ditentukan oleh beberapa sandaran, yaitu social basis dan cultural focus.

TUGAS PEMIMPIN

Secara sosiologis, tugas-tugas pokok pemimpin adalah:

1. Memberikan suatu kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi pengikut-pengikutnya.
2. Mengawasi, mengendalikan serta menyalurkan perilaku warga masyarakat.
3. Bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia luar kelompok yang dipimpin.
Menurut fungsi manajemen, tugas pokok seorang pemimpin adalah :

1. Menentukan tujuan
Kelihatannya sederhana, tetapi dalam banyak keadaan tidaklah mudah menjalankannya.
2. Merencanakan
Bila mungkin ada rencana yang disetujui semua anggota kelompok.
3. Memberi brifing
Pemimpin harus mampu memberikan jawaban meyakinkan “mengapa kita melaksanakannya dengan cara ini atau itu?”

Jumat, 04 November 2011

Kepemimpinan Dan Ilmu Membangun Kelompok





PENGERTIAN
                
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan seseorang yaitu pemimpin untuk mempengaruhi orang lain yaitu yang dipimpin, sehingga orang lain bertingkah laku sebagaimana yang dikehendaki oleh pemimpin.

Kepemimpinan sebagai kedudukan merupakan kumpulan hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh seseorang atau suatu badan hukum. Sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau badan hukum yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

Kepemimpinan merupakan hasil dari dinamika interaksi sosial. Membicarakan kepemimpinan tentu saja tidak bisa berlepas dari membicarakan kelompok/organisasi. Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Selain itu munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan dimana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar.

Seperti  kita maklumi bahwa sejak lahir manusia sudah mempunyai dua hasrat pokok yaitu hasrat untuk menjadi satu dengan manusia lain dan hasrat untuk menjadi satu dengan alam.

Dari kedua hasrat inilah kemudian manusia membentuk kelompok-kelompok sosial didalam kehidupan manusia. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan manusia yang hidup bersama. Himpunan tersebut biasanya antara lain menyangkut hubungan timbal-balik yang saling menguntungkan dan saling mempengaruhi.

Sampai disini bisa dikatakan bahwa manusia  tidak akan bisa bertahan tanpa pertolongan orang lain, manusia memerlukan orang lain guna memenuhi segala macam kebutuhannya baik kebutuhan jasa atau kebutuhan materi supaya dapat bertahan hidup.

Kebutuhan-kebutuhan hidup manusia terus mengalami perkembangan dan semakin beraneka ragam, oleh karena itu lama-kelamaan manusia semakin tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri tetapi ia memerlukan manusia lain untuk membantunya.

Untuk mempermudah kebutuhan-kebutuhan itulah kemudian manusia membentuk kerjasama saling menguntungkan antar manusia. Selain itu untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia disusunlah tugas-tugas khusus yang dikerjakan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian khusus pula. Dalam tahap inilah kemudian muncul kelompok-kelompok yang sudah tersusun rapi dan sistemik dalam kerangka kerja yang menyeluruh itulah yang kemudian disebut organisasi.

Untuk menggerakan organisasi supaya bisa berjalan maka mau tidak mau harus ada pemimpin. Pemimpin yang menjalankan satu organisasi disebut manager.

TUGAS-TUGAS PEMIMPIN

Secara sosiologis, tugas-tugas pokok pemimpin adalah :
  1. memberikan suatu kerangka acuan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi pengikut-pengikutnya.
  2. mengawasi, mengendalikan serta menyalurkan perilaku warga masyarakat.
  3. bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia luar.

Menurut fungsi managemen, tugas pokok seorang pemimpin adalah :
  1. menentukan tujuan, kelihatannya sederhana tetapi dalam banyak keadaan tidaklah mudah untuk menjalankannya.
  2. Merencanakan, bila mungkin ada rencana yang disetujui semua anggota organisasi
  3. Memberi Brifing, pemimpin harus mampu memberikan jawaban yang meyakinkan mengapa kita melaksanakannya dengan cara ini atau itu ?
  4. Mengontrol, mengawasi dan memantau semua pekerjaan yang sedang berlangsung.
  5. mengevaluasi
tujuannya adalah melakukan hal yang baik dikemudian hari.


Bila seorang pemimpin bisa melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan yang direncanakan maka organisasi akan bekerja dengan efektif. Ciri grup yang efektif bila anggota-anggotanya siap untuk berubah.

sebagai sebuah proses kerja,  organisasi nantinya akan selalu mengalami perubahan baik perubahan yang positif yang mengarah pada kemajuan maupun perubahan yang negatif yang mengarah pada kegagalan.

Yang perlu diperhatikan pemimpin juga anggota adalah tidak semua perubahan merupakan sebuah kemajuan tetapi adakalanya sebuah kemunduran/kegagalan.

Perubahan menjadi kegagalan bila :
  1. Perubahan yang diusulkan adalah gagasan buruk
  2. Perubahan yang diusulkan tidak diterima oleh pemberi pengaruh
  3. Perubahan yang diusulkan tidak disajikan secara efektif
  4. Perubahan yang diusulkan semata-mata berdasarkan masa lalu
  5. Perubahan yang diusulkan terlalu banyak

Kemudian dalam proses kerja organisasi terdapat empat alasan umum kenapa seseorang tidak melakukan kerja sebagaimana mestinya :
  1. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan
  2. Mereka tidak tahu bagaimana melakukannya
  3. Mereka tidak tahu mengapa mereka yang harus melakukannya
  4. Ada rintangan dari luar


Kerja organisasi adalah suatu koordinasi dari sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh orang-orang yang diberi wewenang untuk mencapai tujuan. Adanya orang-orang yang melakukan sejumlah kegiatan yang terkoordinasi menunjukkan bahwa orang-orang tersebut berhubungan dan saling tergantung satu sama lain serta saling kerjasama.

Sedankan tim kerja adalah sejumlah individu yang memiliki keterampilan kelompok dan memiliki sikap kelompok yang baik.

Individu adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan profesional, motivasi kerja, kepribadian yang sesuai dengan tuntutan tugas untuk melaksanakan kegiatan yang dibebankan pada diri mereka dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Tahap-tahap terbentuknya tim kerja :
  1. tahap formal
ditandai dengan sikap dan perilaku anggota tim yang serba basa-basi penuh formalitas dan sopan-santung serta serba canggung
  1. tahap ya yang dangkal
Ditandai dengan sikap mengiyakan pendapat, meskipun sesungguhnya ia tidak menyutujui atau menerima. Bila hendak menolak pun rasanya tidak enak
  1. tahap frustasi
ditandai adanya omelan-omelan diantara anggota tim. Hal ini karena selalu mengerjakan apapun yang diminta meskipun hatinya tidak setuju.
  1. tahap konfrontasi
dimana anggota tim yang merasa frustasi mulai saling membukakan diri secara murni apa adanya. Tahap ini juga masih dalam tahapan kritis
  1. tahap saling pengertian
bila keempat tahapan sudah dilalui selanjutnya mereka akan saling memahami dan saling mengerti antara anggota-anggota sesama tim
  1. tahap keterikatan emosional
timbul rasa persatuan dan kompak

CARA-CARA KEPEMIMPINAN

  1. Cara-cara otoriler
Ciri-cirinya :
-       Pemimpin yang menentukan segalanya secara sepihak
-       Pemimpin terpisah dari kelompok dan seakan-akan tidak ikut dalam proses interaksi di dalam kelompok tersebut.

  1. Cara-cara demokratis
Ciri-cirinya :
-       Pemimpin mengajak warga atau anggota kelompok untuk ikut serta merumuskan tujuan dan bagaimana tujuan tersesut bisa dicapai
-       Pemimpin secara aktif memberikan saran dan petunjuk
-       Pemimpin secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi

  1. Cara-cara bebas
Ciri-cirinya :
-       Pemimpin menjalankan perannya secara pasif
-       Penentuan tujuan diserahkan kepada kelompok
-       Pemimpin hanya menyediakan sarana
-       Pemimpin berada di tengah-tengah kelompok, namun dia hanya berperan sebagai penonton

Ketiga katagori tersebut dapat berlangsung bersamaan, karena metode mana yang terbaik sensntiasa sangat tergantung pada situasi yang dihadapi.

ETIKA BERORGANISASI
  1. Potensi terbesar untuk pertumbuhan organisasi adalah pertumbuhan orang-orangnya.
  2. Percayalah pada orang lain maka mereka akan tulus pada anda
  3. Perlakukan mereka seperti orang besar dan mereka akan memperlihatkan dirinya seperti orang besar.
  4. Jangan merobohkan pagar sebelum anda memahami alasan mengapa pagar itu didirikan.

PENUTUP

Mengetahui bagaimana cara melakukan sebuah pekerjaan adalah keberhasilan pekerja, bisa memberitahu orang lain adalah keberhasilan guru, mengilhami orang lain untuk melakukan pekerjaan adalah keberhasilan management, bisa melakukan ketiga-tiganya adalah keberhasilan seorang leaders sejati



Saran-saran untuk fasilitator
-       Fasilitator bisa mengajak peserta untuk melakukan kegiatan di alam terbuka
-       Kegiatan yang bisa dilakukan :
- si buta berpasangan
      - Sepak bola balon
      - Trust fall  

Senin, 08 Agustus 2011

Definisi Pemimpin

Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:
1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).
3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).
4. Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.
5. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).
Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.
PENGERTIAN PEMIMPIN
Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23).
TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain
Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.
2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akuntabilitas).
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.
3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
5. Manajer adalah seorang mediator
Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat
Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit
Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator
PRINSIP- PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN
Prinsip, sebagai paradigma terdiri dari beberapa ide utama berdasarkan motivasi pribadi dan sikap serta mempunyai pengaruh yang kuat untuk membangun dirinya atau organisasi. Menurut Stephen R. Covey (1997), prinsip adalah bagian dari suatu kondisi, realisasi dan konsekuensi. Mungkin prinsip menciptakan kepercayaan dan berjalan sebagai sebuah kompas/petunjuk yang tidak dapat dirubah. Prinsip merupakan suatu pusat atau sumber utama sistem pendukung kehidupan yang ditampilkan dengan 4 dimensi seperti; keselamatan, bimbingan, sikap yang bijaksana, dan kekuatan. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Covey) sebagai berikut:
1. Seorang yang belajar seumur hidup
Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2. Berorientasi pada pelayanan
Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3. Membawa energi yang positif
Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ;
a. Percaya pada orang lain
Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.
b. Keseimbangan dalam kehidupan
Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.
c. Melihat kehidupan sebagai tantangan
Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.
d. Sinergi
Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja.
e. Latihan mengembangkan diri sendiri
Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4) mengaplikasikan prinsip-prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan kepada hasil; (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8) pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.
Mencapai kepemimpinan yang berprinsip tidaklah mudah, karena beberapa kendala dalam bentuk kebiasaan buruk, misalnya: (1) kemauan dan keinginan sepihak; (2) kebanggaan dan penolakan; dan (3) ambisi pribadi. Untuk mengatasi hal tersebut, memerlukan latihan dan pengalaman yang terus-menerus. Latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
Hukum alam tidak dapat dihindari dalam proses pengembangan pribadi. Perkembangan intelektual seseorang seringkali lebih cepat dibanding perkembangan emosinya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencapai keseimbangan diantara keduanya, sehingga akan menjadi faktor pengendali dalam kemampuan intelektual. Pelatihan emosional dimulai dari belajar mendengar. Mendengarkan berarti sabar, membuka diri, dan berkeinginan memahami orang lain. Latihan ini tidak dapat dipaksakan. Langkah melatih pendengaran adalah bertanya, memberi alasan, memberi penghargaan, mengancam dan mendorong. Dalam proses melatih tersebut, seseorang memerlukan pengontrolan diri, diikuti dengan memenuhi keinginan orang.
Mengembangkan kekuatan pribadi akan lebih menguntungkan dari pada bergantung pada kekuatan dari luar. Kekuatan dan kewenangan bertujuan untuk melegitimasi kepemimpinan dan seharusnya tidak untuk menciptakan ketakutan. Peningkatan diri dalam pengetahuan, ketrampilan dan sikap sangat dibutuhkan untuk menciptakan seorang pemimpin yang berpinsip karena seorang pemimpin seharusnya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas emosional dan spiritual (IQ, EQ dan SQ).
http://mrsigit80.blogspot.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More