IMAGE-1 IMAGE-2 IMAGE-3 IMAGE-4 IMAGE-5
Tampilkan postingan dengan label artikel shanty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel shanty. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

Bestfriend Is Part Of My Life

SAHABAT…..semua orang pasti mempunyai apa yang namanya sahabat. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai arti lebih dari seorang teman. Buatku, seorang sahabat adalah teman yang paling jujur, paling kritis dan paling mengerti terhadap diri kita. Mereka adalah orang-orang yang bisa menerima segala kekurangan kita, masih bisa menerima walaupun kita sering merepotkan, membuat mereka jengkel dengan segala masalah dan curhatan kita. Sahabat bagaikan rangkaian bunga yang indah, setiap bunga mempunyai aroma tersendiri.

Biasanya persahabatan terjadi karena adanya kesamaan, entah itu minat atau hobi, pengalaman ataupun karakter. Sebuah persahabatan bisa terjalin dengan baik dan sehat apabila orang-orang di dalamnya sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan yang sesungguhnya. Di dasari oleh niat yang baik, keinginan untuk berbagi kebaikan satu sama lain juga saling membutuhkan. Dalam persahabatan, keterbukaan, kejujuran dan pengertian merupakan faktor yang sangat penting. Mengapa? Karena tidak sedikit hancurnya sebuah persahabatan di karenakan adanya kebohongan dan sikap menutupi sesuatu. Banyak juga kejadian nyata terjadinya “teman makan teman” yang pastinya berakhir dengan permusuhan dan perselisihan. Tidak sedikit juga, persahabatan yang “di bumbui” masalah percintaan di dalamnya. Apapun kondisinya, berusahalah untuk tidak merusak persahabatan yang ada. Bersikaplah dewasa dan bijak dalam menyikapinya, kalau tidak ingin kehilangan sahabat dan persahabatan.

Sahabat yang baik adalah seseorang yang selalu berusaha memberikan support di saat kita sedang terjatuh dan ikut merasa bahagia di saat kita senang. Sahabat adalah teman di saat suka dan duka, terlebih di saat duka. Sahabat dalam kesedihan adalah sahabat sesungguhnya ( a friend in need is a friend indeed). Kita akan bisa melihat dan bahkan hukum alam yang akan memperlihatkan kepada kita, manakah di antara teman-teman kita yang memang benar-benar sahabat sejati.Sahabat sejati adalah orang yang pertama kali datang saat seluruh dunia meninggalkan kita.

Hubungan persahabatan yang pernah aku alami, benar-benar menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Di mana keterbukaan dan kedewasaan sangat berperan penting demi tetap terjalinnya sebuah persahabatan yang indah. Sahabat yang baik tentunya mempunyai “kewajiban” untuk saling mengingatkan apabila salah satu sahabatnya melakukan kesalahan ataupun perbuatan yang kurang baik, bukan justru membiarkannya. Karena apabila kita membiarkannya, maka yang terjadi adalah kesalahpahaman yang berakibat pada perselisihan. Walaupun apa yang di lakukannya semata-mata untuk berbuat baik, yaitu tidak ingin menyakiti perasaan sahabat mereka sendiri. Satu hal yang harus kita ingat bahwa Tak ada niat baik yang boleh di capai dengan cara yang buruk, dan sebaliknya tak ada niat buruk yang berubah baik meski di lakukan dengan cara-cara yang baik. Jika waktu bisa di putar kembali, setiap orang pastinya ingin memperbaiki semua kondisi yang tidak menyenangkan dan menyakitkan di masa lalu, tapi semua itu tidak akan pernah terjadi, yang terpenting saat ini adalah berusaha semampu kita untuk memperbaiki hubungan persahabatan yang pernah rusak dan mengambil hikmah serta pembelajaran yang sangat berharga itu. Namun terkadang, niat baik seorang sahabat tidak selalu bisa di terima sesuai harapan. Mungkin sahabat yang merasa pernah tersakiti bisa memaafkannya, tapi terkadang hubungan persahabatan tidak bisa terjalin sebaik dulu. Untuk teman-teman yang telah berusaha memperbaiki hubungan persahabatan yang pernah rusak, jangan berkecil hati karena selama niat kita baik, Allah pasti akan memberikan kemudahan dan jalan keluar yang terbaik. Yang terpenting adalah kita sudah berusaha bersikap lebih dewasa dan lebih bijak untuk bisa membuat semuanya menjadi lebih baik. Kekecewaan terhadap persahabatan di masa lalu tidak harus membuat kita menuntut kesempurnaan, sedangkan kesempurnaan itu sendiri tidak dapat di temukan.

Pastinya kita akan merasa sedih apabila harus kehilangan seorang sahabat, terlebih dia adalah orang yang selama ini paling dekat dengan kita. Jujur itu sangat menyedihkan dan menyakitkan. Bagiku, sama pedih dan sakitnya ketika kita harus kehilangan pasangan ataupun keluarga kita, karena buatku pribadi, sahabat adalah bagian dari hati dan hidupku, sama seperti halnya pasangan atau keluarga. Tapi kita harus tetap berpikir positif akan semuanya dan yang terpenting adalah jangan pernah menjadi orang yang pertama kali “memutuskan” tali silaturahim. Semoga semua pengalaman yang kita alami selama bersahabat, bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk ke depannya.

“….Teman sejati adalah mereka yang tak pernah meninggalkan hatimu, sekalipun mereka pergi dalam kehidupanmu bahkan jika mereka mati, mereka tak pernah mati di dalam hatimu….”

“…Di manapun kamu, semoga pesan ini sampai. Meski tanpa perahu, aku sangat kehilangan kamu…”

By, Shanty Wiryahaspati
*Referensi : Perahu Kertas – Dee, Rembulan Tenggelam Di Wajah-Mu – Tere Liye, Kata Bijak Berbagi sumber



http://mrsigit80.blogspot.com/

Jika

Ya Tuhan...
Jika setiap cobaan yang Engkau berikan adalah untuk menguatkan aku
Berilah aku kekuatan untuk menghadapinya
Jika semua kepedihan dan kesedihan adalah untuk mengajarkan aku bersabar
Berilah aku kesabaran yang tak terbatas untuk bisa melaluinya


Ya Tuhan….
Jika saat ini belum waktu yang tepat untukku melakukan kewajibanMu
Berilah aku keihlkasan untuk menerimanya
Jika memang orang yang aku harapkan ternyata bukanlah jodohku
Berilah aku kekuatan untuk mengikhlaskannya
Jika dia bukanlah jodoh yang terbaik untukku
Berilah aku penggantinya seseorang yang terbaik dari-Mu


Ya Tuhan….
Jika cobaan yang Engkau berikan kepadaku benar adanya
Semua tidak akan terjadi tanpa ijin-Mu
Jika masalah yang Engkau berikan terasa berat bagiku
Aku yakin Engkau tidak akan memberikannya di luar kesanggupanku
Jika ujian yang Engkau berikan adalah untuk meningkatkan keimananku
Jadikanlah aku hamba-Mu yang tangguh dalam menghadapinya


Ya Tuhan….
Gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan.
Jadikanlah kesedihan ini awal kebahagiaan.
Hilangkanlah rasa sedih dan gundah di hati ini.
Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yg mendera.
Hanya kepada-Mu kami bersandar.
Hanya kepada-Mu kami memohon dan hanya Dari-Mu lah semua pertolongan


Aamiin….










By. Shanty Wiryahaspati


*Sumber : Laa Tahzan, Tausiyah

http://mrsigit80.blogspot.com/

Patah Hati

Patah hati…..mungkin semua orang pernah mengalaminya. Ketika kita patah hati, sepertinya semua hati kita di kuasai oleh emosi dan nafsu. Memang akan membutuhkan waktu untuk kita bisa pulih dari rasa sakit yang mendera. Akan membutuhkan waktu untuk kita bisa mengobati dan menyembuhkan hati yang terlanjur terluka. Menata hati lagi…..dari awal lagi. Di saat kita sedang patah hati terkadang kita merasa tidak ada orang lain yang benar-benar bisa mengerti perasaan kita, kecuali mereka pernah mengalami kondisi dan situasi yang sama.

Ketika seorang wanita sedang mengalami patah hati, mereka cenderung membutuhkan tempat untuk mengeluarkan semua keluh kesahnya, dia tidak “benar-benar” membutuhkan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah yang di hadapinya, karena yang di butuhkannya saat itu adalah seseorang yang bisa mendengarkan dan mengerti keadaaanya. Seorang wanita mampu menyelesaikan dan mengobati luka hatinya sendiri setelah hati dan pikirannya lebih tenang. Sedangkan pria, ketika patah hati cenderung menarik diri.

Semua perasaan sedih, terluka dan kecewa yang di alami ketika sedang patah hati, memang wajar adanya. Hanya saja, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap bisa bertahan. Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat [Hamka].

Sepertinya semua terlihat mudah, namun pada kenyataannya itu hal yang sangat sulit untuk di lakukan. Sangat di butuhkan “perjuangan” dan konsistensi yang sangat besar untuk bisa melakukannya. Hati terasa seperti “perang batin”, perasaan tidak menentu, banyak kebimbangan yang selalu menyertai. Kesedihan yang sangat! Bahkan terkadang karena begitu beratnya sampai-sampai membuat mata “terlalu kering” untuk menangis.

Terlepas dari semua keterpurukan itu, kita harus tetap bertahan, jangan biarkan kesedihan merenggut kebahagiaan kita, karena setiap orang berhak bahagia. Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya. Kita harus menyadari, ketika kita merasa pengalaman pahit itu terasa menyakitkan dan merasa lelah dengan semua penderitaan, kita harus melihat ke atas pasti ada yang lebih menyakitkan dari kita.

Menerima kenyataan dan berpikir positif serta mengambil hikmah dari pengalaman “patah hati” memang merupakan cara dan jalan keluar yang terbaik untuk keluar dari keterpurukan dan mengobati hati yang sudah terluka. Janganlah kita larut dalam kesedihan, karena kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu tak akan berlalu tanpa arti, bahkan Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik. Percayalah Ketika cinta harus berakhir, dialah yang akan rugi karena telah membiarkan pergi orang yang mencintainya, yang akan membuatnya menjadi orang hebat [Mario Teguh]. Seharusnya dia yang menangis, bukan kita……mungkin kita “hanya” kehilangan orang yang kita cintai tapi dia kehilangan orang yang mencintainya.

Obat patah hati adalah jatuh cinta lagi, itu kalimat yang selalu aku dengar dari kebanyakan orang. Sepertinya itu ada benarnya juga…….hal yang harus di lakukan ketika mengobati patah hati adalah dengan menemukan seseorang yang bisa lebih menghargai perasaan kita dan menyayangi kita.Jangan bersedih hati jika ada anak panah menghujam hati anda di lepaskan oleh orang yang paling dekat dengan kita. Kita pasti akan menemukan orang lain yang akan mencabut panah itu dan mengobati luka kita serta akan menjadikan kita dapat hidup dan tersenyum lagi. Walaupun kita merasa “agak sulit” untuk melakukannya, karena apapun yang menyangkut hati dan perasaan tidak ada yang mudah dan sederhana, namun tidak ada salahnya kita berusaha “perlahan-lahan” bangkit dari keterpurukan dan pelan-pelan menyembuhkan rasa sakit yang ada walaupun lukanya akan selalu membekas.

Open your heart, then it will find it’s own way!

By. Shanty Wiryahaspati
*Kata Bijak Berbagai Sumber

http://mrsigit80.blogspot.com

Sabtu, 08 Oktober 2011

Berusaha tetap bangkit walaupun harus terjatuh lagi

Setiap orang mempunyai masalah dan cobaan yang berbeda-beda dalam hidup ini. Seperti yang kita tahu, nobody’s perfect, begitupun hidup. “Sesempurna”apapun kehidupan seseorang, pastinya ada sesuatu hal yang membuat hidupnya menjadi “tidak sempurna” atau tidak lengkap. Sehebat apapun seseorang, dia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang telah di miliknya. Tanpa aku contohkan, kalian pastinya tahu dengan pasti apa yang aku maksud karena setiap orang mengalaminya.

Setiap orang pastinya pernah mengalami ujian ataupun masalah yang membuatnya terjatuh atau bahkan terpuruk. Mungkin tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Namun hal yang membuatnya tetap bisa bertahan adalah kekuatan hati yang luar biasa dan keyakinan bahwa dia akan bisa melaluinya.Orang-orang yang berhasil maju dalam hidup adalah orang-orang yang mengangkat kepalanya di atas segala keadaan. Seburuk, sepahit dan seberat apapun cobaan yang di hadapinya, dia selalu berusaha untuk tetap bertahan, untuk tetap kuat walaupun dia tahu dengan pasti, semuanya terasa sangat berat.

Orang-orang yang bisa tetap bertahan walaupun di saat terburuk sekalipun, selalu yakin bahwa ujian yang di berikan kepadanya tidak pernah bermaksud untuk menghancurkannya, tetapi untuk “melatih” nya agar menjadi pribadi yang lebih kuat apabila di hadapkan pada permasalahan ataupun cobaan yang jauh lebih berat lagi. Ketika kita di hadapkan pada suatu permasalahan yang terasa pelik, berusahalah tetap yakin bahwa sumber kekuatan yang paling besar ada apa pikiran kita sendiri, Kita harus yakin bahwa kita mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam diri kita, yakin bahwa kekuatan dalam diri kita jauh lebih besar dari yang kita duga.

Terkadang kita sebagai manusia biasa merasa kalau kita mempunyai keterbatasan. Tapi “keterbatasan” yang kita rasakan jangan sampai membuat kita terpuruk apalagi putus asa. Kita boleh saja sedih, marah karena itu sangatlah manusiawi. Kita juga pastinya membutuhkan waktu untuk menenangkan pikiran dan “menyembuhkan” hati yang sedang terluka. Menghadapi masalah adalah dengan bersikap tenang, karena dengan hati dan pikiran tenang, kita akan bisa menghasilkan pemikiran dan jalan keluar yang rasional dan terbaik.

Mungkin kita pernah mendengar kalimat, waktu yang akan menyembuhkan. Tetapi “penyembuhan” itu sendiri membutuhkan proses, keikhlasan dan “perang batin” yang berkecamuk di hati. Sisi baik dan buruk yang ada dalam hati kita akan terus berusaha untuk “menang”. Sisi manakah yang memenangkannya, pada akhirnya itulah yang akan terjadi pada diri dan hidup kita, termasuk dalam menghadapi kondisi “keterpurukan” kita. Akankah kita mampu bangkit lagi ataukah justru semakin terpuruk. Berusahalah untuk tetap bangkit walaupun kita harus terjatuh dan terjatuh lagi.

Kembalikanlah lagi semua permasalahan yang kita hadapi kepada yang memberikannya yaitu Allah, minta tolonglah karena hanya dari-Nyalah datangnya semua pertolongan. Berusahalah untuk selalu dekat dengan-Nya karena hanya dengan mendekatkan diri kepada-Nya, maka hatimu akan tenang.

“I asked for Strength and GOD gave me difficulties to make me strong. I asked forWisdom and GOD gave me problem to solve. I asked for Prosperity and GOD gave me brain to work. I asked for Courage and GOD gave me dangers to overcome. I asked forLove and GOD gave me trouble people to help. I asked for Favour and GOD gave me opportunities. I received nothing that I want. But…I received everything that I needed. My prayer has been answered.”


By, Shanty Wiryahaspati
*Kata Bijak Berbagai Sumber


http://mrsigit80.blogspot.com/
WebRepOverall rating 

Minggu, 02 Oktober 2011

Don't Be a Loser

Apa sebenarnya yang di maksud dengan berani? Buat aku pribadi, arti berani bukanlah secara fisik, seperti berani berkelahi, berani melawan dengan tindakan dan kata-kata yang kasar ketika seseorang melukai atau menyakitinya. Tapi berani buatku adalah ketika seseorang berani jujur dengan dirinya sendiri, jujur dengan kata hatinya sendiri (tidak menyangkal), berani membela diri dan berani dalam menghadapi masalah yang di alaminya.


Mungkin kita bisa berbohong kepada orang lain, tapi “sejujurnya” kita tidak akan pernah bisa membohongi diri dan kata hati sendiri. Sehebat apapun kita menyangkalnya, kita tidak akan pernah bisa. Untuk masalah berani menghadapi masalah, rasanya memang butuh keberanian yang besar untuk menyelesaikannya, dan orang-orang yang bisa menghadapi dan menyelesaikannya adalah termasuk oarng-orang yang berani. Mengapa aku mengatakan seperti itu? Karena banyak orang yang “lebih memilih” menghindarinya daripada menghadapi atau menyelesaikannya. Apakah dengan menghindarinya, masalah itu akan selesai? Pastinya tidak! Justru akan membuat masalah menjadi bertambah rumit dan kecenderungan kesalahpahaman akan semakin besar. Mengapa? Karena tidak adanya komunikasi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Sedangkan kita semua tahu, komunikasi adalah salah satu kunci yang sangat penting untuk menyelesaikan suatu permasalahan.


Dalam tema kali ini, aku akan mencoba menitikberatkan masalah keberanian dalam menghadapi masalah yang ada kaitannya dengan suatu hubungan. Sering sekali aku melihat dan mendengar, ketika seseorang “di tinggalkan” secara tiba-tiba oleh pasangannya. Hal ini jelas akan membuat dia bingung dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Dalam sebuah artikel yang pernah aku baca, orang yang “menghilang” tersebut ingin menjauh karena sesuatu hal. Terkadang mereka tidak tega “meninggalkan” pasangannya karena sesuatu hal tadi. Mereka tidak bisa menyampaikan secara langsung apa yang membuatnya harus meninggalkan pasangannya. Contoh nyata yang aku pernah dengar, ketika keluarganya tiba-tiba menjadi miskin padahal sebelumnya dia berasal dari keluarga berada. Ketika dia menderita penyakit yang sangat parah dan kemungkinan hidupnya tidak akan lama lagi. Dan contoh yang lebih sederhana, ketika dia merasa “tidak nyaman” dengan orang yang sedang dekat dengannya.


Buatku, itu bukanlah suatu alasan untuk mereka “menghilang” dan pergi begitu saja, karena kalau memang itu terjadi, itu menujukkan kalau mereka adalah orang yang tidak berani menghadapi atau menyelesaikan masalah yang di hadapinya. Sepahit dan seburuk apapun kondisi yang di alaminya, alangkah bijaknya apabila dia “memberanikan” diri terbuka terhadap pasangannya dengan berkata sejujur mungkin. Aku hanya menilai, yang mereka lakukan di karenakan “rasa takut” yang terlalu, ketakutan akan di tinggalkan, ketakutan akan di remehkan dan tidak akan di hargai lagi, juga rasa rendah diri dan merasa tidak pantas lagi untuk pasangannya.


Untuk mereka yang pernah “menghilang” tiba-tiba, pernahkan kalian berpikir bagaimana perasaan orang yang kalian tinggalkan? Apakah dengan menghindari, kalian merasa lega? Merasa inilah cara yang terbaik? Merasa bahwa dengan cara ini, mereka tidak akan terlalu sakit hati? Apakah kalian tidak pernah berpikir, bahwa dengan membuat mereka “membenci” mu, itu akan membuat sakit hatinya lebih “ringan” dan akan lebih mudah untuknya melupakan? Kalau kalian berpikir seperti itu, kalian salah besar! Karena pada kenyataanya, orang yang kalian tinggalkan, akan merasa jauh lebih sakit hati dan menderita dari yang kalian bayangkan. Berusahalah lebih berani berterus terang ketika sebuah masalah menimpamu, karena kalian tidak akan pernah tahu kalau pasanganmu akan bisa menerimamu apa adanya, setia menemanimu di saat suka dan duka, bahkan mereka akan menjadi satu-satunya orang yang “mensupport” ketika kalian terjatuh.


Janganlah pesimis dulu, berusahalah melakukannya! Apabila pada akhirnya nanti, pasanganmu tidak bisa menerima “keterpurukanmu”, mungkin dia “belum siap” dengan perubahan itu, Tapi satu hikmah yang bisa kalian dapatkan, mungkin memang dia bukanlah orang yang “tepat” untuk mendampingimu. Hanya saja, kitapun harus bisa menghargai keputusannya dan mungkin memang itulah jalan yang terbaik untuk semuanya. Jadi, mulai saat ini berusahalah lebih berani menghadapinya daripada menghindari, karena kita tidak akan pernah tahu kalau kita tidak mencobanya.


Don’t be a loser!
By. Shanty Wiryahaspati
http:mrsigit80.blogspot.com



A

Selasa, 27 September 2011

Jangan hancurkan masa depan anak

Mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Aku memang belum pernah melakukannya tapi itulah yang aku tahu dan aku lihat selama ini. Apapun itu, yang jelas pengalaman ini tentunya akan aku jadikan pembelajaran ketika aku mempunyai anak kelak, karena yang aku lihat masih banyak orang tua yang mendidik anak-anaknya, yang menurut mereka itu cara “yang terbaik” tapi justru yang mereka lakukan adalah kesalahan besar. Itu membuatku menyadari bahwa bukan hal yang mudah mendidik anak dan bukan hal yang bisa di anggap sepele karena dampaknya bisa “merusak dan menghancurkan” masa depan sang anak.

Kita mungkin bisa melihat, semakin modern dan majunya jaman, semakin sulit pulalah orang tua dalam mendidik anak-anaknya, dan sepertinya “cara” mendidik merekapun harus di sesuaikan dengan perkembangan anak-anak sekarang ini. Mengapa demikian? Karena tidak semua “cara didik” mereka sebelumnya bisa di lakukan di jaman sekarang. Salah-salah malah membuat sang anak merasa “tidak di mengerti”. Namun apapun caranya, yang jelas berdasarkan pada agama, itulah yang paling benar.

Selama ini yang aku tahu, cara mendidik orang tua terhadap anaknya cenderung akan “menurun” kepada mereka ketika sudah mempunyai anak. Kalau untuk cara yang baik, tentu itu hal yang sangat bermanfaat, namun apabila cara yang selama ini orang tuanya lakukan kurang baik, alangkah bijaknya apabila sang anak mengambil hikmah dan pembelajaran agar kesalahan yang di lakukan orang tua terhadapnya tidak di alami lagi oleh anak-anaknya kelak.

Sepertinya cara yang lebih cocok dan lebih bijak yaitu dengan memberi contoh. Orang tua harus bisa menjadi contoh atau panutan yang baik untuk anak-anaknya. Bukan dengan menyuruh atau memaksanya melakukan sesuatu tapi hal itu tidak di lakukannya oleh mereka para orang tua. Misalkan mengajarkan anaknya untuk bisa menghargai orang lain, tetapi mereka (orang tua) bersikap semena-mena kepada orang lain. Orang tua mengajarkan untuk berkata-kata yang baik, tapi kenyataannya mereka sering mengatakan hal-hal yang buruk.

Semua orang tua harus menyadari, bahwa anak-anak mereka bukanlah tempat pelampiasan ataupun tempat untuk mereka “bereksperimen”. Mereka bagaikan kertas kosong yang putih yang tidak ada noda sedikitpun. Kalaupun orang tua harus menggoreskan tinta di atasnya, tentulah dengan kata-kata dan harapan yang baik bukan justru merusaknya. Banyak yang tidak menyadari bahwa secara tidak langsung mereka “merusak” anak-anak mereka. Hal ini menyadarkanku bahwa mendidik anak adalah sebuah proses yang tidak ada titik akhirnya, tak akan pernah berhenti sekalipun mereka sudah menikah.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam mendidik anak :

  • Menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak 
  • Mendidiknya menjadi sombong 
  • Membiasakan anak-anak hidup berfoya-foya atau bermewah-mewah 
  • Selalu menuruti dan memenuhi keinginan anak 
  • Tidak mengasihi dan menyayangi mereka, sehingga membuat mereka mencari kasih saying di luar rumah hingga menemukan yang di carinya 
  • Hanya memperhatikan kebutuhan jasmaninya saja 
  • Membiarkan anak melakukan kesalahan / berperilaku buruk 
  • Tidak memberikan apresiasi ketika anak berbuat dan berperilaku baik 
  • Terlalu banyak melarang anak 
  • Terlalu banyak menuntut anak 
  • Tidak memberikan contoh yang baik kepada anak 
  • Melakukan kekerasan fisik terhadap anak maupun di depan anak 
  • Tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup 
  • Tidak ada kekompakan antara ayah dan ibu dalam mendidik anak 
  • Selalu menilai buruk dan menjelek-jelekan anak 

Semoga kita tidak melakukan kesalahan itu dalam mendidik anak-anak kita, dan semoga ketika kita menjadi orang tua kelak, kita bisa menjadi orang tua yang di banggakan anak-anak kita. Orang tua yang menjadi panutan yang baik untuk mereka.



By. Shanty Wiryahaspati

Referensi :
Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, Anak Sehat dan Cerdas


Add caption

Setiap Anak Berhak Memilih Calon Pasangan Hidupnya

Pernahkan kalian merasakan sebuah dilema? Di sudutkan pada posisi harus mengambil keputusan ataupun menentukan sesuatu yang sangat sulit, yang mungkin bisa saja melukai hati orang lain? Hal itu bisa menyangkut pekerjaan, jalan hidup ataupun pilihan hidup. Namun dilema yang sering sekali kita lihat bahkan kita rasakan sendiri yaitu masalah jodoh atau pasangan hidup. Sebenarnya siapa yang punya hak untuk menentukan jodoh kita sebagai anak? Kita semua tahu, kalo Allah sudah menentukan jodoh kita tapi aku merasa Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk memilih, siapa yang akan kita pilih untuk menjadi pasangan hidup kita walaupun pada akhirnya Allah jugalah yang akan menentukan hasil akhirnya. Jodoh itu misteri Allah, tidak seorangpun yang akan tahu.

Kita hanya bisa berusaha mencari yang terbaik, dalam hal ini tentunya yang terbaik menurut agama, bukan menurut nafsu ataupun keegoisan kita sebagai manusia biasa. Kadang aku berpikir, kalau memang kita di berikan “kesempatan” untuk memilih dan menentukan pasangan hidup kita, kenapa selalu ada saja pihak-pihak yang berusaha “ikut campur” dalam masalah ini. Setiap anak yang menghormati dan berbakti kepada orang tua, tentunya sangat berharap kalau orang tua bisa mengerti dan memberikan kepercayaan kepada mereka sebagai anak untuk memilih pasangan hidup. Aku yakin semua orang tua ingin melihat anaknya bahagia dan tidak ingin melihat mereka hidup sengsara.Mencintai adalah memberikan kebebasan kepada orang lain untuk melakukan keinginannya, untuk menjadi dirinya sendiri tanpa kritik-kritik dari kita. Mencintai berarti memberikan kebebasan kepada orang lain untuk memilih. Namun satu hal yang harus di ingat, bahwa kebahagiaan tidak selalu bisa di ukur dengam materi yang berlimpah dan pendidikan yang tinggi, tapi kebahagiaan hati (batin).

Banyak orang tua yang tidak menyetujui pilihan sang anak, hanya karena “calon” pasangan hidupnya menurut mereka tidak akan bisa membahagiakan anak mereka. Entah karena “kurang” materi, status sosial ataupun pendidikan yang lebih rendah dari sang anak. Mungkin itu yang terbaik menurut versi pihak orang tua, tapi apakah pernah berpikir bagaimana “versi” sang anak itu sendiri? Aku rasa setiap anak sudah cukup dewasa untuk melihat, menilai dan menentukan apakah “calon” pasangannya tersebut itu memang yang terbaik untuknya. Untuk para orang tua, apakah pernah berpikir bagaimana perasaan anak-anak mereka yang harus “mengorbankan” perasaan dan kebahagiaannya demi kebahagiaan orang tua maupun keutuhan keluarganya? Apakah para orang tua bersedia bertanggung jawab apabila ternyata sang anak tidak bahagia dalam kehidupan barunya? Akan lebih bijak apabila orang tua bisa lebih mengedepankan komunikasi, berbicara dari hati ke hati tentang pilihan sang anak dalam menentukan calan pasangan hidupnya.

Setiap anak mungkin akan bisa mengerti kekhawatiran orang tuanya, apabila sang “calon” pasangan yang di pilih sang anak “terlihat” bersikap kurang baik, tidak bertanggung jawab, berbeda keyakinan dan tidak menghormati orang tua. Gambaran karakter seseorang terlihat dari bagaimana ia berbicara dan memandang orang lain, dari sikap dan posisi tubuhnya, juga dari pancaran mata dan kedekatannya dengan orang lain. Tapi yang selalu membuat aku heran, apabila calon pasangan sang anak kebalikan dari yang tadi mereka khawatirkan (dia pribadi yang baik, mau bertanggung jawab dan berusaha ingin membahagiakan anaknya, juga menghormati orang tua), namun tetap saja pihak orang tua tidak menyetujuinya. Apakah orang tua tidak menyadari bahwa sikapnya tersebut sudah melukai perasaan dan juga menghancurkan harapan sang anak untuk mendapatkan kebahagiannya? Setiap anak berhak untuk bahagia, seperti halnya mereka para orang tua yang ingin bahagia ketika di masa muda mereka mempunyai pilihan untuk pasangan hidupnya sebelum mereka menikah. Berusahalah memposisikan diri di pihak sang anak,merasakan bagaimana sedih dan hancurnya hati mereka, ketika harus “mengorbankan” perasaan dan kebahagiaan yang di impikannya. Berusahalah bersikap lebih bijak dan mengerti ketika pilihan sang anak “tidak sesuai” dengan yang kalian harapkan sebagai pasangan hidup mereka. Selama apa yang mereka pilih bukanlah sesuatu yang buruk, tidak melanggar norma ataupun berniat menyakiti mereka. Ingatlah, mereka sudah dewasa dan punya hak untuk menentukan pilihan dan jalan hidupnya sendiri. Akan semakin bijaklah, apabila semua orang tua bisa menghargai pilihan sang anak, meridhoi dan mendoakan semoga sang anak bahagia di kehidupan barunya.

By. Shanty Wiryahaspati

*Kata Bijak Berbagai Sumber
http://mrsigit80.blogspot.com/

Rabu, 21 September 2011

Hargailah Dirimu Sendiri

Menghargai mempunyai arti yang sangat luas dalam kehidupan kita, bisa berarti menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, menghargai apa yang kita miliki, menghargai apa yang menjadi pilihan dan keputusan orang lain dan masih banyak lagi tentunya. Menghargai orang lain sama artinya dengan menghargai diri sendiri, kenapa? Karena sebelum kita bisa menghargai orang lain, kita harus bisa menghargai diri sendiri terlebih dahulu. Menerima diri sendiri apa adanya adalah salah satu bentuk dari sikap menghargai diri sendiri.



Terkadang kita bisa menilai sejauh mana seseorang bisa menghargai dirinya sendiri, yaitu dari bagaimana ia berpenampilan, bersikap, berbicara, berpikir dan memperlakukan orang lain. Banyak sekali orang yang merasa dirinya adalah orang yang mempunyai “status sosial” dan pendidikan yang tinggi tapi mereka tidak “menghargai dirinya sendiri”. Kenapa aku mengatakan seperti itu? Karena banyak sekali dari mereka yang tidak bisa menghargai orang lain dan memperlakukan orang lain semena-mena. Entah itu dengan perlakuan (sikap) maupun kata-kata yang menyakitkan. Kadang aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku mereka, karena mereka benar-benar tidak menyadari kalau mereka sedang mempermalukan dirinya sendiri.



Contoh kejadian tadi harus menjadi cerminan untuk kita, apakah pernah kita tidak “menyadari” kalau kita sedang mempermalukan diri sendiri? Kita harus lebih belajar dan berusaha untuk menghargai diri sendiri apabila kita tidak mau di nilai negatif oleh orang lain dan yang lebih parahnya lagi di remehkan orang lain, karena kalau itu sampai terjadi kamulah yang member izin pada dirimu sendiri.Banyak pengalaman nyata yang sering aku lihat tentang perlakuan meremehkan orang lain, salah satunya di dunia kerja, misalkan perusahaan yang tidak bisa menghargai kerja keras dan loyalitas pegawainya dengan memberikan pekerjaan melebihi dari kapasitasnya atau memberikan gaji yang tidak sesuai dengan berat dan tanggung jawab pekerjaan yang di berikan kepadanya. Belum lagi sikap dan kata-kata yang sangat menyakitkan yang “menurunkan” harga diri mereka.



Aku teringat apa yang pernah di katakan pak Mario Teguh, jika anda tidak ingin di remehkan orang lain, jangan membiarkan dirimu di remehkan, anggaplah dirimu lebih besar sehingga kita mempunyai keberanian untuk membela diri. Janganlah berdiam diri, di saat orang lain “meremehkan” kita, karena perlakuannya itu telah menurunkan harga diri kita dan jelas dia tidak menghargai kita sama sekali.Kehilangan wibawa melukai harga diri kita melebihi sekedar melukai perasaan kita, jika kita tidak melawannya, kita membiarkan mereka meyakinkan bahwa kita tidak lebih baik dari yang mereka katakan tentang kita. Harga diri cukup berharga untuk di perjuangkan.



Mulai sekarang marilah sama-sama kita belajar dan berusaha, berhentilah membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain dan mulailah menghargai diri sendiri. Kamulah satu-satunya yang dapat menghayati betapa istimewanya dirimu. Kalau kita tidak memiliki kebanggaan atas diri sendiri, tak seorangpun yang akan memberikannya.





By. Shanty Wiryahaspati

*Kata Bijak Berbagi Sumber
http://mrsigit80.blogspot.com/

Kesederhanaan


Kesederhanaan  tidak selalu di identikkan dengan arti serba hemat atau serba kekurangan. Namun makna dari kesederhanaan di sini adalah bijak dalam menggunakan rezeki (harta) yang kita punya dengan tidak hidup bermewah-mewahan dan bijak dalam menjalani hidup dengan lebih mempunyai rasa empati terhadap orang lain ataupun orang di sekitar kita yang memang hidupnya kurang beruntung dari kita.

Kebanyakan orang terkadang menyimpulkan, orang kaya cenderung hidupnya mewah karena secara materi yang mereka lihat di kehidupan nyata. Tapi satu hal yang harus kita ingat, bahwa arti “kaya” yang sebenarnya bukanlah hanya di lihat dari sudut materi saja karena banyak sekali kejadian di mana orang kaya secara materi tapi mempunyai  banyak sekali hutang. Oleh karena itu, janganlah kita merasa iri dengan orang lain yang “terlihat kaya” di mata kita, sedangkan kita tidak tahu apakah ia hidupnya setenang dan sebahagia yang kita pikirkan. Banyak sekali orang kaya yang merasa hidupnya “kosong” padahal kita semua tahu begitu banyak harta yang di milikinya dan justru terkadang mereka sangat iri dengan orang-orang yang hidupnya tidak lebih baik dari dia tapi terlihat sangat tenang dan bahagia.

Seseorang yang membiasakan hidup sederhana dalam kesehariannya, adalah orang yang senantiasa mensyukuri nikmat dan menghargai hidup, juga menghargai orang lain. Kenapa? Karena dia menyadari bahwa semua harta yang di milikinya hanyalah titipan dan juga amanah, dia juga akan bisa menghargai orang lain karena dia merasa Allah memberikan kehidupan yang jauh lebih “beruntung” dari orang lain.

Namun hal yang terpenting, adalah jangan pernah melihat seseorang dari kesederhanaan penampilannya saja, karena bisa saja dia adalah seseorang yang kaya, mungkin bukan kaya hartanya tapi Kaya Hatinya.

By. Shanty Wiryahaspati

http://mrsigit80.blogspot.com/

Jumat, 16 September 2011

Forgive

Meminta maaf atau memaafkan, manakah hal yang lebih sulit untuk di lakukan? Semua orang pastinya pernah mengalami kecewa ataupun sakit hati, tapi mereka mempunyai cara atau sikap yang berbeda dalam menyikapi, menghadapi dan menyelesaikan setiap permasalahan yang di alaminya. Ada tipe orang yang menyimpan rasa dendam sepanjang hidupnya dan berpikir untuk membalas dengan perlakuan yang sama, namun ada juga orang yang berpikir bahwa semua yang di alaminya adalah teguran atau cobaan yang mengharuskannya memperbaiki diri. Dia cenderung mengambil hikmah dan pelajaran dari semua hal buruk yang menimpanya dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Hidup memang tidak selalu menyakitkan, namun sakit yang kita rasakan selalu menjadi alasan untuk berubah.

Kita harus menyadari bahwa tiap orang yang ada dalam hidupmu menjadi gurumu, walaupun mengesalkan, mereka mengajari dan menunjukkan segala kekuranganmu. Hal yang terpenting adalah bukanlah siapa yang benar tapi apa yang benar karena kebenaran menurut kita betapapun benarnya, bukanlah satu-satunya kebenaran yang ada. Jadi jangan pernah merasa diri kita yang paling benar! Setiap hal yang membuat kita marah atau jengkel terhadap orang lain, bisa membuat kita lebih memahami diri sendiri. Membuat kita berpikir apakah semua yang terjadi benar-benar kesalahan orang lain ataukah tanpa di sadari kita ikut “terlibat” di dalamnya.s

Sebelum kita menyalahkan orang lain dengan apa yang menimpa kita, alangkah baiknya kita memahami benar-benar kenapa semua itu bisa terjadi. Berusahalah untuk memandang sesuatu hal dari beberapa sudut pandang, dengan begitu kita tidak akan cepat “menjudge” orang lain. Walaupun pada akhirnya kita meyakini bahwa semua yang terjadi bukanlah kesalahan kita, namun jikalau kita bisa meminta maaf atau memaafkan, kita sudah menunjukkan kalau kita lebih berani dan lebih bijak dalam bersikap. Ingatlah, bahwa kebijaksanaan itu hanya terdapat dalam kebenaran.

Seiring berjalannya waktu, semua kekecewaan yang kita alami akan berangsur-angsur hilang, asalkan kita bisa berpikir positif dan mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi. Memang selalu membutuhkan keberanian dan proses untuk bisa melakukannya. Percayalah, waktu menyembuhkan semuanya. Ingatlah, meminta maaf tidak membuat kita hina, memberi maaf jangan membuat kita bangga, tetapi saling memaafkan akan membuat kita mulia.

Tiada pemberian yang terindah selain maaf dan tiada perbuatan yang mulia selain memaafkan.



By. Shanty Wiryahaspati

*Kata Bijak Berbagai Sumber


http://mrsigit80.blogspot.com/

Jangan Berhenti Berharap

Harapan adalah sumber kekuatan. Tanpa adanya harapan, kita seolah tidak mempunyai tujuan hidup. Memang hal yang sangat sulit adalah menjaga harapan itu tetap ada dalam hati kita, karena godaan terbesarnya adalah menyerah dan putus asa. Janganlah sedikitpun memberikan tempat dan pikiran untuk menyerah pada nasib. Janganlah berputus asa, tetapi kalau sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah terus dalam keadaan putus asa.

Terkadang kita berpikir, masalah ataupun cobaan yang menimpa kita adalah masalah yang sangat berat, tapi coba kita lihat sekeliling kita, kita akan menyadari bahwa masih banyak orang lain yang masalah dan cobaan hidupnya jauh lebih berat dari kita. Hal itu akan membuat kita bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa menghadapi dan melaluinya? Salah satu kuncinya adalah karena adanya harapan.

Orang yang berputus asa dan tidak mempunyai harapan adalah orang yang egois. Kenapa aku mengatakan seperti itu? Karena dia hanya memikirkan diri sendiri, tidak berpikir atau bahkan menyadari kalau di luar sana, di sekelilingnya masih banyak orang-orang yang menyayanginya, yang peduli dengan kebahagiaannya , yang akan selalu berusaha membantunya. Dia tidak berpikir, betapa kecewa dan sedihnya mereka jikalau orang yang di sayanginya terpuruk atau bahkan putus asa.

Keberanian! Keberanian dalam menerima kenyataan, keberanian untuk kembali bangkit ketika terjatuh,, keberanian untuk melawan semua godaan yang ada dalam hati, pikiran maupun orang-orang di sekitar kita adalah salah satu hal yang sangat di butuhkan agar seseorang tetap mempunyai harapan.. Selain itu, keyakinan dan pikiran yang positif juga mempunyai pengaruh yang sangat besar., dan ingat, akan selalu ada yang membantu kita, yaitu Allah.

Setiap hal memang terkadang membutuhkan proses dan waktu, tapi selama kita berusaha dan yakin, , kita pasti akan bisa melaluinya.. Seseorang akan bisa merubah hidup dan nasibnya apabila dia merubah sikap dan juga cara berpikirnya,. Selama kita yakin, maka apapaun yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Kita harus yakin pintu pasti akan di bukakan untuk kita, mungkin bukan pintu yang selalu kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti terbaik untuk kita. Janganlah berputus asa jika tersandung dan terjatuh ke dalam lubang yang luas, karena kita pasti akan keluar darinya dengan keadaan yang lebih tegar dan lebih kuat. Berbuatlah sesuatu agar kita tetap hidup.



Berusahalah untuk mendapatkan kebahagiaan karena setiap orang berhak untuk bahagia.



By. Shanty Wiryahaspati

*Kata Bijak Berbagai Sumber

http://mrsigit80.blogspot.com/

Rabu, 14 September 2011

Try To Always Positive Thinking

Aku pernah mendengar sebuah kata bijak yang berkata, Hidup kita tergantung dari cara berpikir kita. Seseorang yang selalu berfikir negatif dalam hidupnya “pastinya” hatinya tidak akan pernah merasa tenang, kurang bersyukur dan hidupnya jauh dari rasa bahagia, kenapa? Karena setiap kondisi, hal ataupun masalah yang menimpanya, dia akan cenderung menyalahkan orang lain dan tidak akan pernah introspeksi diri sendiri. Banyak sekali ketakutan yang selalu menghantuinya yang jelas akan membuat hatinya tidak tenang karena memandang suatu permasalahan yang di hadapinya hanya dari satu sudut, yang tentunya negatif.

Seseorang yang selalu berpikir negatif, mungkin tidak menyadari bahwa sikapnya itu dapat merugikan atau menyakiti orang lain bahkan bisa berdampak menjadi sebuah fitnah. Misalkan berpikir negatif kepada seseorang yang sebenarnya bersikap jujur, berpikir negatif kepada seseorang yang sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik di karenakan masa lalu yang “kurang baik”. Mereka harus menyadari bahwa Sesuatu menjadi buruk karena dia berpikir begitu dan apabila dia yakin suatu peristiwa adalah musibah, peristiwa itu akan selalu menimpanya.

Sebaliknya, jika kita menjalani hidup dengan berusaha untuk selalu berpikir positif, hati kita akan menjadi lebih tenang dan hidup terasa lebih bahagia. Dengan berpikir positif akan sesuatu, maka semuanya akan berjalan jauh lebih baik dari yang kita harapkan dan bayangkan. Berpikir positif akan membuat seseorang belajar untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap masalah dan kondisi yang di alaminya, Hanya orang-orang yang memiliki keyakinan dalam hidup ini saja yang akan memetik pahala dan hikmah dalam hidup ini.

Berusahalah untuk selalu berpikir positif, walaupun terkadang itu adalah hal yang sangat sulit untuk di lakukan, tapi selama kita yakin bisa menjalaninya….kita pasti bisa menjalaninya. Pertimbangkanlah sebelum kita berpikir negatif kepada orang lain yaitu dengan menempatkan diri kita pada posisinya. Berpikirlah positif dan optimislah bila suatu hari nanti semua urusan terlihat buruk, karena itu merupakan pertanda akan datangnya hari lain yang dekat waktunya, yang semuanya di penuhi oleh kegembiraan dan keceriaan.

By. Shanty Wiryahaspati
*Kata Bijak Berbagai Sumber


Senin, 12 September 2011

Perempuan

Dia di ambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan di mulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu. Dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada pada laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele...? hingga laki-laki tidak mengerti akan hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiaannya. Sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalani sisa hidupmum kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan laki-laki, itulah "PEREMPUAN". Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah "PEREMPUAN". Dia tidak butuh argumentasi yang hebat dari seorang laki-laki, tapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk di lindungi, tidak hanya secara fisik tapi juga emosi.

Ia tidak tertarik pada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang di sampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan sayang yang sepele namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu.

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes. Sifat lelaki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai di bandingkan dengan pohon yang besar dan rindang. Seperti juga di dalam kelembutannya, di situlah terletak kekuatan yang bisa membuatnya bertahan di dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk di injak. Rumput yang lembut akan di naungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika laki-laki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan laki-laki, itu akan menyita seluruh hidupnya, karena perempuan di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Apa yang men jadi bagian dari hidupnya akan menjadi bagian dari hidupmu.

Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipum ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan di besarkan di sana. Karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya akan menjadi bagian dari perasaanmu juga, karena kau dan dia adalah satu. Dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan di mulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

tag : Multiply Link
http://mrsigit80.blogspot.com/

GOD Is Always Seen


Kita manusia hidup di dunia ini di berikan karunia untuk bisa melihat, tetapi mungkin sedikit sekali orang yang menyadari bahwa ada yang Maha Melihat, yaitu Allah. Mereka menyadari  kalau Allah itu Maha melihat, tapi pada kenyataannya masih sangat banyak orang yang melakukan hal-hal yang menyimpang karena mereka tidak “mengerti” makna dari Allah Maha Melihat. Mereka tidak benar-benar memahami kalau sebaik dan serapih apapun mereka menyimpan dan menutupi sebuah kebohongan atau tindakan, Allah SELALU TAHU. Mungkin pada dasarnya yang mereka “pahami” hanya orang-orang yang berwujud manusia saja yang bisa “melihat” secara nyata, sehingga ketika mereka melakukan suatu perbuatan yang menyimpang, mereka berpikir tidak akan ada yang mengetahui selama benar bisa mereka menutupi / menyimpannya dengan baik.

Kita bisa  belajar dari sebuah kisah, di mana seorang guru yang menyuruh anak didiknya untuk membunuh seekor ayam TANPA BOLEH di ketahui oleh orang lain, guru tersebut membolehkan anak didiknya untuk melakukannya di MANAPUN! Kemudian anak didik yang pertama memilih sebuah gua sebagai tempat untuk melakukan perintah gurunya dan dia benar-benar melakukannya dan anak didik yang kedua, lebih memilih melakukan aksinya di tengah hutan belantara. Tidak lama kemudian, sang guru memanggil ketiga anak didiknya dan bertanya kepada mereka, “apakah sudah di lakukan apa yang saya perintahkan tadi?”, anak didik yang pertama dan kedua berkata dengan mantap “sudah guru!”. Sang guru kemudian bertanya kembali : “kalian yakin tidak ada yang melihat sedikitpun?”, dan kedua anak didik itu kembali menjawab ; “ya, kami yakin”. Namun sang guru terheran-heran, kenapa anak didik yang ketiga tidak menjawab sedikitpun. Kemudia beliau bertanya : “kenapa kamu diam saja? Apakah kamu sudah melakukannya?”. Anak tersebut menggeleng sambil berkata : “tidak guru, saya tidak melakukannya dan saya memang tidak bisa melakukannya”. Sang guru kembali bertanya ;“kenapa?”, anak tersebut berkata : “ di manapun saya melakukannya, sehebat dan serapih apapun saya menutupinya, tetap akan ketahuan, karena ada yang selalu melihat dan mengetahui yaitu Allah”. Sang guru salut dengan apa yang di lakukan anak didiknya yang ketiga dan bangga karena anak tersebut  memahami apa yang di maksudkan sang guru dalam “ujian” ini.

Satu hal yang harus selalu kita ingat! Kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, isi hati dan pikiran yang ada dalam diri kita, akan selalu ada yang mengetahui yaitu Allah. Jangan pernah berpikir kita hebat, kalau kita melakukan sesuatu yang salah dan merugikan atau menyakiti orang lain, atau ketika kita berhasil menutupi suatu kebohongan dan kejahatan. Ingat Allah selalu melihat APAPUN!!So, kita harus berpikir ulang ketika akan melakukan sesuatu yang tidak baik dan ketika kita “berpikir” tidak akan ada seorangpun yang TAHU apa yang kita lakukan.

By. Shanty Wiryahaspati

http://mrsigit80.blogspot.com/

Silent is Not Always Gold


Sebuah pepatah mengatakan Diam adalah emas. Untuk hal-hal tertentu, aku kurang setuju dengan pepatah tersebut. Buatku, diam tidak selalu emas di saat apa yang akan di katakannya adalah sebuah kejujuran dan kebenaran yang bisa membantu orang lain. Diam tidak selalu emas, di saat apa yang akan di ungkapkannya adalah suatu jawaban dan kepastian dari sebuah tanda tanya yang selalu terkadang mengusik perasaan seseorang

Kita harus dapat membedakan, saat di mana kita harus diam dan berbicara. Ada hal yang harus jadi pertimbangan, yaitu apakah sikap diam yang kita lakukan akan berdampak bagi orang lain, entah itu merugikan atau menyakiti perasaan orang lain. Memang di butuhkan suatu keberanian untuk bisa “mengatakan” sesuatu, tapi satu hal yang harus di ingat bahwa kejujuran yang pahit jauh lebih baik daripada sebuah kebohongan yang “manis”.

So….pikirkanlah sebelum pada akhirnya kita memilih untuk DIAM

By. Shanty Wiaryahaspati

http://mrsigit80.blogspot.com/

Rabu, 07 September 2011

Pilihan Hidup dan Kenyataan yang menyedihkan

Pilihan Hidup


Pilihan hidup......sesuatu yang sangat sulit dan membutuhkan banyak sekali pertimbangan akan resiko yang selalu menemaninya. Maybe some people thought I was stupid, a waste of time....ada juga yang mengatakan kalau aku ini terlalu sabar, tapi apapun pendapat mereka....itulah bentuk kepedulian dan sayang mereka terhadapku....aku menerima apapun pendapat mereka tapi pilihan tetap ada padaku....pilihan hidup yang aku ambil untuk saat ini. Semoga saja kesabaran, perjuangan, pengorbanan serta ketulusan aku selama ini berakhir manis, seperti yang aku harapkan. Tapi apapun hasilnya nanti, aku harus siap dan terima dengan besar hati walaupun pastinya akan terasa berat....tapi aku yakin itulah yang terbaik, karena aku percaya Allah selalu mempersiapkan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, mungkin yang terbaik itu bukanlah yang aku inginkan.....tapi yang aku butuhkan.


Masalah dan cobaan yang Allah berikan kepada kita sejatinya adalah untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar dan ikhlas.....sometimes it feel so hard...karena untuk bisa menjadi seseorang yang kuat, sabar dan ikhlas sangat membutuhkan perjuangan, aku mengalaminya he.. tapi selama kita berani dan yakin dengan keputusan dan pilihan yang kita ambil, insyaAllah kita tidak akan pernah menyesalinya....justru kalau kita tidak pernah berani melakukannya, suatu saat kita akan menyesalinya....mungkin seumur hidup kita, dan untuk mendapatkan / meraih apa yang yang terbaik menurut kita selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan tapi jangan pernah takut untuk berani mengambil suatu Pilihan Hidup.(Ini untuk semua orang yang sedang berjuang dengan keberanian dan keyakinannya untuk meraih apa yang terbaik untuknya)


Kenyataan yang menyedihkan

Heran...mungkin itu yang aku rasakan dengan realita kehidupan sekarang ini. Kalau melihat kenyataan yang ada, rasanya semakin byk orang-orang yang bersikap buruk terhadap sesamanya. Malah aku merasa, orang-orang yang masih bisa bersikap jujur, punya rasa empati dan etika (sopan santun), menghargai orang lain, juga solidaritas yang tinggi yaitu mereka-mereka yang kebanyakan adalah orang kecil, orang miskin/tidak mampu. Bukannya aku tidak suka kepada mereka yang telah di titipkan harta berlebih tapi jaman sekarang ini sikap-sikap tadi sangat jarang di temukan pada diri mereka. Aku jauh lebih menghargai orang kecil/tdk mampu, dlm usaha & kerja kerasnya untuk tetap bisa bertahan hidup, panas terik dan hujan mereka jalani hanya untuk sesuap nasi, walaupun banyak orang yang terkadang menganggap rendah pekerjaan mereka. Miris rasanya melihat realita kehidupan seperti ini. Aku salut kepada mereka yang tetap berusaha jujur, sabar dan bersyukur walaupun dengan kondisi yg serba kekurangan. Andai saja orang-orang yang telah di berikan kelebihan (dalam hal harta) menyadari, bahwa mereka telah di perbudak oleh harta dan andai saja mereka mengetahui, di saat manusia mati tidak ada sepeserpun harta yang akan di bawanya. Semoga saja kita semua senantiasa di berikan petunjuk oleh-Nya.

ditulis oleh sahabatku : Shanty Wiryahaspati

http://mrsigit80.blogspot.com/

Selasa, 06 September 2011

Never Give Up To Get Your Happiness

Kisah cinta setiap orang memang punya ceritanya masing-masing.....ada yang unik, sedih, tragis tapi ada juga yang bahagia. Setiap orang punya jalan hidup dan takdirnya masing-masing, kita sebagai manusia hanya menjalankan takdir....hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, berdoa dan tawakal....karena pada akhirnya Allah jugalah yang punya kuasa untuk menentukan.

Perjuangan setiap orang untuk mendapatkan kebahagiaannya punya jalan dan cobaannya masing-masing. Mungkin mereka mempunyai cobaan yang sama beratnya, hanya kondisi dan permasalahannya yang berbeda. Ada yang terbentur restu dari orang tua, ada yang merasa belum benar-benar mantap dengan pilihan hatinya, ada juga yang masih harus sabar menunggu dengan segala ketidakpastian.

Apapun kondisi dan cobaan yang ada, tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya selain dengan menghadapinya....Because the only way to pass the test is to take the test....Sebuah kata bijak mengatakan "Jalani apa yang bisa di jalani, apa yang baik, apa yang jelek, apa yang menakutkan pada akhirnya memberikan pelajaran yang berharga. Semuanya pasti ada gunanya kalau mau menjalaninya dengan apa adanya".

"Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah untuk di lalui, namun jika kita punya keyakinan pintu pasti akan di bukakan untuk kita. Mungkin bukan pintu yang selalu kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti terbaik untuk kita". Setiap keputusan selalu ada resiko, jadi alangkah baiknya jika kita pikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai kita menyesalinya nanti karena semuanya akan menjadi sia-sia.

Dari beberapa kisah nyata yang aku pernah dengar dan lihat, mengambil sebuah keputusan besar dalam hidupnya di karenakan orang lain, kondisi dan sifat pesimis ataupun ketakutan, bukan karena pilihan hatinya sendiri. Mungkin banyak orang yang tidak menyadari, bahwa Allah selalu ada di hati setiap hamba-Nya.....salah satunya rasa ragu-ragu / tidak yakin ketika seseorang akan melakukan sesuatu atau mengambil keputusan yang akan menentukan masa depannya. Banyak orang yang selalu mengabaikan "petunjuk" itu. 

Logika memang sangat di perlukan di saat kita mengambil sebuah keputusan, tapi jangan pernah mengabaikan juga yang namanya Kata Hati. Kalau memang saat ini kita sudah mengambil sebuah keputusan besar dalam hidup kita, tidak ada yang bisa kita lakukan selalin menjalaninya dengan segala konsekuensinya.....jangan pernah menyalahkan orang lain dengan keputusan yang pernah kita ambil, "Dalam mengambil keputusan gunakanlah hati nurani. Boleh mendengarkan apa kata orang lain sebagai bahan pertimbangan, tapi keputusan dan tanggung jawab tetap pada diri sendiri. Ambilah keputusan dan biarkan hati nurani membaca apa yang sebenarnya terjadi".

Aku selalu berharap sahabat, teman dan orang-orang terdekatku selalu di berikan kesabaran dalam menghadapi semua cobaan yang menimpanya dan mendapatkan kebahagiaan yang menjadi impiannya. "Tak mudah menemukan kebahagiaan di dalam diri kita sendiri, dan tidak mungkin menemukannya di tempat lain.  Ikuti kebahagiaanmu dan pintu-pintu akan terbuka, di mana sebelumnya tiada pintu sama sekali.”  

"Apa yang lebih baik selain memiliki seseorang yang mencintai kita dan selalu berada di samping kita"  Itulah impian setiap orang untuk kisah cinta dalam hidupnya....walaupun sebagian orang harus "berjuang" terlebih dahulu sampai pada akhirnya mendapatkan kebahagiaannya. "Love is about commitment. Love is about understanding,  Penting bagimu untuk memiliki perasaan cinta dalam hatimu, dalam wujud dan bentuk apapun, penting pula bagimu untuk di cintai. Lebih mudah mencintai daripada di cintai. Jika kau mencintai kau pasti akan mencapai sang kekasih suatu hari nanti."

Jangan pernah merasa kita tidak pantas untuk orang yang kita cintai, jangan pernah merasa rendah diri....."Hanya cinta yang melahirkan kesepakatan dari perbedaan"  ,nobody's perfect! Pernikahan itu bukanlah untuk mencari kesempurnaan, tetapi tentang bagaimana caranya saling melengkapi kekurangan.

If You Love Someone, Declare Your Love Before It's Too Late.....and Never Give Up To Get Your Happiness

oleh Shanty Wiryahaspati pada 05 September 2011 jam 11:32

http://mrsigit80.blogspot.com/
*Kata Bijak dari berbagai sumber

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More