IMAGE-1 IMAGE-2 IMAGE-3 IMAGE-4 IMAGE-5
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Agar tidak ada lagi penyesalan

Setiap orang memiliki berbagai peran dalam hidupnya. Sesederhana apapun orang itu. Setiap orang tidak mungkin memiliki hanya satu peran. Peran sebagai anak, ibu, ayah, anggota masyarakat, karyawan, organisasi, terlebih lagi, peran sebagai hamba-Nya.

Siapapun pastinya pula mengharap yang terbaik pada setiap perannya. Sayangnya, kita memiliki banyak keterbatasan, baik terbatas waktu, tenaga, finansial dan sebagainya.

Tidak jarang kita temui, orang-orang yang sukses dalam satu peran, namun gagal di peran yang lain. Misalnya saja, ia seorang Pimpinan Perusahaan yang hebat, namun rumah tangganya berantakan. Atau, dia seorang aktivis yang pintar, namun jarang masuk kuliah, dan nilainya mengkhawatirkan.

Nah, bagaimanakah kita menempatkan peran-peran kita dengan sebaik-baiknya?

Pandailah membuat skala prioritas

Misalnya saja, ketika kita berada di tempat kerja, maka optimalkan peran kita sebagai karyawan. Namun, saat kita berada di rumah, maka berperanlah sebagai anggota keluarga yang baik.

Berilah waktu untuk orang-orang yang Anda cintai

Sebelum kita menyesal, maka berilah perhatian pada orang-orang yang kita cintai. Jangan kalahkan kepentingan mereka dengan target-target kesuksesan yang kita buat. Karena, sesungguhnya energi cinta dari mereka lah yang tetap membuat kita tetap semangat untuk meraih sukses itu sendiri.

Jangan pernah lupa memanjakan diri!

Sesibuk apapun kita, sesekali memanjakan diri sendiri tidak ada salahnya. Memforsir diri terlalu berlebih akan mengantarkan kita pada stress bahkan depresi. Luangkan waktu untuk diri sendiri. Dengarkan musik, berolahraga, pergi ke salon, membaca buku, lakukan apa yang Anda senangi dan positif akan merilekskan diri Anda!

Buatlah perencanaan dengan realistis

Setiap kita pastinya menginginkan sukses dengan segera. Namun, berusahalah untuk tetap realistis. Jika Anda memiliki 10 prioritas pencapaian pada satu hari, maka jika terpenuhi 3 teratas saja itu sudah cukup baik.

Penghargaan pada diri sendiri

Apapun yang sudah Anda pilih dalam hidup Anda, maka itulah yang terbaik. Anda tidak perlu menyesali, meski itu kegagalan. Justru, kita bisa belajar banyak dari kegagalan, dan tahu cara melakukan segalanya dengan lebih baik.

Okay, saatnya kembali mengevaluasi bagaimana Anda telah berperan selama ini. Apakah ada peran tertentu yang Anda telantarkan? Adakah orang-orang yang seharusnya Anda beri perhatian, namun luput karena tersibukkan oleh satu fokus saja?

Apapun itu, masih ada waktu untuk mengubah segalanya agar lebih baik. Tentu saja hanya dengan satu alasan, agar tidak lagi ada penyesalan...
By: Anne Ahira - 
AsianBrain.com


Lebih terhormat daripada mengemis

Kakek Penjual Amplop di ITB


Kisah Kakek Penjual Amplop di ITB. Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah Kakek Penjual Amplop di ITB.

Kakek Penjual Amplop di ITB
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Tuhan lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Tuhan akan membalas setiap sedekah kita, amiin.


ditulis oleh: dosen ITB bernama Rinaldi Munir dikutip dr Facebook

 

Selasa, 17 April 2012

Andai Waktu Bisa Terulang

Jika ada sesuatu yang sangat berharga, maka itu adalah waktu.
Siapapun orangnya, tidak akan bisa mengulang setiap waktu yang
sudah terlewatkan. Tidak peduli seberapa kaya orang itu, seberapa
penting jabatannya, waktu tidak mau diajak kompromi. Ia akan terus
berjalan.

Tidak peduli apakah orang-orang mampu melewatinya denganmenyenangkan, atau sebaliknya.

Setiap orang, dimanapun ia berada, memiliki waktu 24 jam dalam sehari. Tidak ada yg mendapatkan lebih, meski hanya satu menit saja.
Semua sama. Tidak kurang, tidak lebih.
Jika kemudian waktu bisa terulang, tentu kita semua mengharap melakukan hal-hal yang baik saja. Memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Sayangnya, waktu memang tidak akan pernah bisa terulang.

Teman, untuk mencapai segala macam kesempurnaan, memang selalu dibutuhkan proses 'trial and error". Oleh sebab itu, jika kemarin atau hari ini Anda melakukan kesalahan, carilah kesempatan untuk memperbaikinya.
Jika kita gagal melakukan sesuatu hal, bukan berarti itu akhir segalanya.
Belajarlah dari kesalahan, dan berusahalah untuk tidak mengulanginya. 

Belajarlah memaafkan diri sendiri & memaafkan orang lain, karenatidak ada manusia yang sempurna!


Yang lalu biarlah berlalu. Mungkin akan menjadi pengalaman selama hayat. Bagaimanapun diri Anda di masa lalu, itu tidaklah penting.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana diri Anda di masa depan!
Keep fight! :-)

dari temanmu,
Anne Ahira


Rabu, 15 Februari 2012

Kau adalah Hidupku

"Sering kali kita meremehkan dan mengabaikan kekuatan sentuhan, senyuman, ucapan indah, kemauan untuk mendengarkan, kata pujian yang tulus, atau aksi sekecil apa pun yang menunjukkan kepedulian. Semuanya itu justru berpotensi besar untuk mengubah suatu kehidupan."
-Leo Buscaglia (penulis dan pembicara motivasi)

Kutipan Buscaglia di atas mencoba menyimpulkan kisah menarik dan menyentuh berikut ini. Mungkin kisah ini juga bisa menjadi bahan perenungan kita semua agar lebih menunjukkan sikap kepedulian sekecil apa pun itu terhadap sesama, terutama keluarga.

Ada seorang bocah laki-laki yang dikirim orangtuanya ke sebuah sekolah asrama. Sebelum dikirim ke sekolah baru itu, bocah tersebut adalah murid paling cerdas di kelasnya. Ia masuk peringkat teratas di setiap kompetisi. Ia sang juara.

Tapi, semuanya itu berubah setelah bocah ini meninggalkan rumah dan memasuki sekolah asramanya. Nilai-nilainya mulai menurun. Ia benci harus menjadi bagian dari sebuah kelompok. Ia merasa sendirian sepanjang waktu. Ada kalanya ia mengalami masa-masa gelap hingga ia merasa ingin bunuh diri. Semuanya itu karena ia merasa tidak berguna dan tidak ada yang mencintainya lagi.

Orangtuanya mulai mengkhawatirkan anak kesayangannya itu. Tapi bahkan, mereka pun tidak tahu apa yang salah dengan anaknya itu. Akhirnya, sang ayah memutuskan untuk mengunjungi anaknya itu di sekolahnya dan mengajaknya mengobrol.

Sang ayah dan anaknya pun duduk di tepi danau dekat sekolahan. Sang ayah mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan biasa soal kelas yang diambil anaknya, guru-gurunya, dan jenis olahraga yang dimainkan di sekolah asrama itu. Setelah mengobrol cukup lama, sang ayah berkata, "Kau tahu, Nak, alasan Ayah ada di sini sekarang?"

Bocah laki-laki itu menjawab, "Mengecek nilai sekolahku?"

"Bukan, bukan itu," balas sang ayah terburu-buru. "Ayah di sini untuk memberi tahumu bahwa kau adalah orang terpenting bagiku. Ayah ingin melihatmu bahagia. Ayah tak peduli dengan nilai-nilai sekolahmu. Yang Ayah pedulikan hanyalah kebahagiaanmu. KAULAH HIDUPKU."

Kata-kata ayahnya ini membuat bocah itu menangis. Ia langsung memeluk ayahnya. Mereka tidak mengatakan apa pun selama beberapa lama.

Sekarang, bocah laki-laki itu memiliki segalanya. Ia tahu sekarang bahwa ada seseorang di dunia ini yang sangat menyayanginya. Ia sangat berarti bagi seseorang. Dan bertahun-tahun setelah itu, bocah ini sudah menjadi mahasiswa paling cerdas di kelasnya dan ia tak pernah terlihat sedih lagi.



sumber : orang-orang sukses

Anda Gagal? Jangan Salahkan Siapa-siapa

Apa yang Anda tolak justru akan bertahan karena jika Anda menolak sesuatu, Anda berkata, " Tidak, saya tidak menginginkan hal ini, karena ini membuat saya merasa begini- perasaan yang saya rasakan saat ini. "

Jadi, Anda memancarkan sebuah emosi yang sangat kuat dari " saya sungguh-sungguh tidak menyukai perasaan ini ", dan perasaan tidak menyenangkan itu justru akan mendatangi Anda dengan cepat.

Bob Doyle(Pencipta dan fasilitator Program Wealth Beyond Reason, Guru "The Secret")

Ada begitu banyak formula untuk menjadi kaya dan sukses dalam kehidupan ini. Apa lagi ditambah kehadiran buku The Secret yang sangat fenomenal sekaligus menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Apapun respon atas buku The Secret, kita tetap bisa mengambil banyak hal yang berguna dari buku itu. Khususnya mengenai mantapnya kekuatan berpikir positif dalam mewujudkan berbagai keinginan kita. Saya ingin mencoba memberikan rahasia yang belum ada di dalam The Secret, yaitu The Secret Of A True Spiritual Enlightment (rahasia pencerahan spiritual sejati) atau rahasia sukses dalam mencari kekayaan sejati di dalam hidup ini. Kalau hidup anda sekarang belum mengalami kekayaan dan kesuksesan, jangan salahkan siapa-siapa atas kegagalan kita.

Inilah kunci yang saya mau bagikan kepada anda semua. Jangan pernah menyalahkan siapa-siapa atas setiap kegagalan yang anda alami, atau atas kesuksesan dan kekayaan yang belum anda dapati saat ini. Karena hidup adalah perjalanan dan proses pembelajaran, jangan sekali-kali anda marah kepada siapapun didalam hidup ini jika anda belum berhasil dan kaya didalam kehidupan ini. Seperti pengalaman salah seorang teman, yang gagal mendapatkan kenaikan jabatan di sebuah perusahaan IT multinasional. Padahal selama 4 tahun dia sudah berusaha menjadi karyawan teladan yang rajin bekerja, tidak pernah bolos, dan selalu memenuhi deadline. Bahkan saking berdedikasinya kepada perusahaan, setiap kali mengambil cuti tidak pernah lebih dari dua hari. Namun ternyata, jabatan managerIT yang diidamkannya tak kunjung teraih juga. Akibatnya, dia merasa frustasi dan putus asa.

Kita mungkin cenderung mencari kambing hitam atas kegagalan kita dengan menyalahkan orang-orang terdekat seperti istri atau suami, anak-anak, orang tua, dan bahkan keadaan ekonomi bangsa yang kurang kondusif. Bahkan jika sudah tidak ada kambing hitam, kita bahkan akan mencari gajah hitam yang lebih besar guna mencari atau melemparkan sebab kegagalan yang kita alami. Orang yang mencari-cari atau menyalahkan siapa-siapa tidak pernah belajar dalam hidupnya. Orang seperti ini hanya mencari pembenaran atas kegagalan yang mereka terima tanpa belajar dari kegagalan itu sendiri. Dan tidak sedikit dari orang-orang yang saya temui, selalu menyalahkan keadaan, menyalahkan diri, dan bahkan menyalahkan orang lain atas setiap kegagalan atau keberhasilan yang belum diraihnya.

Sikap untuk menyalahkan orang lain dan terlebih lagi menyalahkan keadaan tidak menjadikan anda lebih baik dari orang lain. Karena belajar adalah proses perubahan, dan orang yang mau merubah mindset yang salah tentang kegagalan dapat menjadikan anda sebagai pemenang atau bahkan lebih dari pemenang.Sikap untuk menyalahkan orang lain hanya membenarkan keadaan mental kita yang miskin dan lemah. Dan kebenaran ini tidak ada manfaatnya bagi kehidupan kita sampai anda dan saya benar-benar memutuskan untuk tidak menyalahkan keadaan bahkan orang lain disekitar anda.

Seperti nasihat yang diberikan oleh para motivator terkemuka, jika kita ingin kaya raya baik secara mental dan materi, serta berhasil didalam hidup ini, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa atas keadaan kita sekarang, juga jangan menyalahkan lingkungan kita. Tetapi syukurilah keadaan atau keberadaan dimana kita berada sekarang. Jika sudah mensyukuri dan menerima keadaan kita sekarang, maka Belajarlah lebih baik, Belajarlah dari orang-orang terbaik serta lakukan yang terbaik dalam hidup ini. Dan tidak lupa untuk memperkatakan hal-hal yang baik di dalam hidup ini.

Maka kekayaan serta kesuksesan sejati akan mendatangi kehidupan anda. Seorang yang kaya secara mental tidak pernah menyalahkan siapa-siapa terhadap kegagalan atau kesuksesan yang belum diterimanya. Tetapi orang yang kaya secara mental selalu belajar dari setiap kejadian yang diterimanya didalam kehidupan ini. Kita bisa belajar dari orang-orang terbaik yang kita kenal dibidangnya dan mendapatkan hal yang baik dari orang-orang terbaik yang kita temui. Seperti yang dikatakan Prof Yohanes Surya bahwa Alam Semesta Akan Mendukung (MESTAKUNG) anda untuk mendapatkan semua yang anda pikirkan, dan anda tidak perlu memikirkan bagai mana cara alam semesta untuk menjawab semua keinginan anda, karena alam semesta akan mencari sendiri jawaban atas keinginan Anda.

Yang anda perlukan hanya Keyakinan untuk memperoleh Keinginan tersebut. Terimalah keadaan anda sekarang, syukuri atas setiap kejadian yang sudah terjadi didalam hidup ini. Dan belajarlah untuk berubah, serta mengambil tindakan dan keputusan untuk berubah saat ini juga, karena hari esok tak akan pernah datang dan masa lalu sudah lewat. Tetapkan langkah saat ini juga untuk berusaha menjadi Manusia yang kaya secara Spritual.

Inilah The Secret of A True Spiritual Enlightmentdengan memiliki daya juang yang tinggi, gigih, kukuh, tegar, proaktif dan pantang menyerah dan kesuksesan akan menghampiri kehidupan anda. Saya yakin sekali hidup anda akan berubah setelah anda memiliki sikap mental yang benar di dalam kehidupan ini. Saya tunggu cerita sukses yang anda alami setelah membaca tulisan ini guna saya bagikan kembali kepada banyak orang untuk Membangun, Mencerahkan, Memotivasi dan Menginspirasi kehidupan orang lain. Bagaimana dengan anda?







sumber : Orang-orang sukses


t

Rabu, 21 Desember 2011

Disaat terdesak dan terpuruk


"Ya Tuhan, janganlah Engkau singkirkan bukit-bukit terjal yang menghalangi jalanku... namun berilah aku kaki yang kuat untuk mendaki dan melintasinya, sehingga aku bisa melihat lebih banyak lagi Pemandangan-PemandanganMU yang lebih indah dari atas sana..."

Keterbukaan hati untuk memahami Hikmah seringkali terjadi saat Keterdesakan atau Keterpurukan memaksa kita untuk memahaminya, tak lain agar kita segera terbebas dari Keterdesakan atau Keterpurukan itu.

Karenanya, dalam banyak hal, Keterdesakan atau Keterpurukan memang kita perlukan, agar semakin tajam Kepekaan Hati kita untuk mengambil lebih banyak Hikmah dari Kehidupan.

Demikianlah Rencana Terbaik dari Tuhan yang acapkali tidak kita pahami.

Syair Jalaluddin Rumi

Senin, 19 Desember 2011

Jika bersahabat, mengapa harus bermusuhan

Mengubah Peluang Permusuhan Menjadi Persahabatan
Sebuah ungkapan Cina Kuno mengatakan: Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang lain adalah dengan KEBAIKAN yang didasari RASA KASIH SAYANG…

Ini Adalah sebuah cerita dari Negeri Cina yang menggambarkan tentang hal tersebut…
Pada zaman dahulu kala, ada seorang Petani yang mempunyai tetangga seorang Pemburu yang memiliki banyak anjing galak untuk berburu. Karena kurang terlatih, anjing-anjing Si Pemburu itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba Si Petani. Si Petani kemudian meminta Pemburu untuk menjaga anjing-anjingnya, namun si Pemburu rupanya tidak mau peduli. Hingga suatu hari, si Petani hamper hilang kesabaran ketika aning-anjing Pemburu itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba hingga terluka parah.

Untunglah si Petani bersikap lebih bijak. Dia memutuskan untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Sang Hakim yang bijak kemudian berkata, "Hmm… secara hukum, bisa saja kita ajukan tuntutan untuk menghukum tetanggamu itu. Tetapi… apakah Anda rela kehilangan seorang teman dan sebagai gantinya dia akan menjadi seorang musuh bagimu & keluargamu? Mana yang kau inginkan sebagai tetangga, seorang Sahabat atau seorang Musuh?"

“Yaa… tentu saja kami lebih menyukai seorang Sahabat… tapi Bagaimana caranya?” kata si Petani.
Setelah mendengar solusi dan nasihat dari Sang Hakim yang bijak itu, si Petani pun setuju & pulang dengan perasaan lega. Sesampai di rumah, dia segera melaksanakan nasihat pak Hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga orang anak si Pemburu.

Keluarga Pemburu, terutama anak-anak Mereka, menerima domba-domba itu dengan sukacita. Untuk menjaga mainan baru anak-anaknya, Si Pemburu itu mau tidak mau dan dengan sendirinya lebih menjaga anjing-anjing galaknya, bahkan lebih sering mengurung anjing-anjing itu. Sejak saat itu, anjing-anjing galak si Pemburu tidak pernah lagi menggangu domba-domba Keluarga si Petani.

Sebagai ungkapan terima kasih karena telah membuat anak-anaknya bahagia, si Pemburu itu pun menjadi sering berbagi hasi buruannya kepada Keluarga Petani. Dan Sebagai balasannya, Si Petani juga mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat, kedua tetangga itu menjadi Dua Sahabat yang baik dan saling menjaga.

Kawan… ingat peribahasa:
Kita bisa menangkap lebih banyak lalat dengan MADU dari pada dengan CUKA…
Satu Musuh terlalu banyak… Seribu Sahabat selalu terasa kurang…

Jika kita menghadapi sebuah peluang untuk sebuah permusuhan, pikirkanlah dengan Bijak Bagaimana merubahnya menjadi sebuah Peluang utk Sebuah PERSAHABATAN…

sumber: i can learning community

Satu hal kecil dapat menghasilkan hal yang jauh lebih besar


Apapun profesi atau pekerjaan Anda saat ini, asalkan sebuah pekerjaan yang baik & halal, maka sepatutnya Anda belajar dari kisah Tukang Ledeng berikut ini…

Suatu hari, pemilik Mercedez Benz menghadapi masalah dengan kran air di kamar mandi rumahnya. Mr.Benz sangat mengkuatirkan keselamatan anaknya yg masih kecil karena kebocoran kran itu.

Seorang sahabat Mr.Benz merekomendasikan seorang tukang ledeng utk memperbaiki kran tersebut. Dibuatlah janji untuk memperbaiki kran dalam 2 hari ke depan. Si tukang ledeng hanya tahu bahwa calon pelanggan barunya ini bernama Mr.Benz, tapi dia sama sekali tidak menyangka bahwa Mr.Benz yang ini adalah pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman, Mercedez Benz.

Keesokan harinya, seperti biasa dilakukan, Si Tukang Ledeng menelpon kembali dan menyampaikan ucapan terima kasih karena telah mempercayai dirinya dan bersedia menunggu hingga satu hari lagi.

Mr.Benz sungguh kagum atas pelayanan dari Si Tukang Ledeng, ditambah dengan gaya komunikasinya yang penuh percaya diri walaupun hanya sebagai seorang tukang ledeng.

Hari berikutnya, Si Tukang Ledeng pun datang untuk memperbaiki kran yang bocor di rumah Mr.Benz. Selang beberapa saat, kran pun normal kembali dan Si Tukang Ledeng menerima pembayaran atas jasanya.

Dua minggu kemudian, terjadi satu hal lagi yang membuat Mr.Benz terkagum, Si Tukang Ledeng menelpon sekedar untuk menanyakan apakah kran yang diperbaikinya sudah benar-benar beres dan tidak ada masalah lagi, apabila terjadi masalah dia pun siap untuk datang kembali tanpa dipungut biaya. Mr.Benz pun menyatakan puas atas hasil kerja Si Tukang Ledeng dan mengucapkan terima kasih atas pelayanannya yang baik.

Satu hal yang terpikir dalam benak Mr.Benz adalah bahwa Si Tukang Ledeng ini memiliki Kepribadian yg menarik, dan selain itu dia juga seorang yang SANGAT BERSUNGGUH-SUNGGUH atau SEPENUH HATI dengan apa yang dikerjakannya. Dia juga seorang yang mengutamakan Kualitas Kerja sebagai bagian dari Kualitas Pelayanan pada Pelanggan.

Sekian bulan kemudian, Mr.Benz memutuskan untuk memanggil dan kemudian merekrut Si Tukang Ledeng untuk bekerja di Mercedes Benz. Saat itu barulah Si Tukang Ledeng kaget ketika mengetahui bahwa ternyata Mr.Benz pelanggan barunya ini Adalah pemilik Mercedes Benz. Dia sangat bangga bisa bekerja di sana, apalagi direkrut langsung oleh Si Pemilik.

Tahukah Anda siapa Si Tukang Ledeng ini?
Dialah Christopher L. Jr.

Karena kesungguhannya dalam Bekerja, saat ini dia adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di di Holding Company Mercedez Benz

Kisah ini memberikan kita beberapa pelajaran, antara lain:
1. Setiap manusia pasti akan menuai hasil sesuai dengan apa yg telah ditanamnya… Ketika kita menanamkan kesungguhan hati dalam setiap kebaikan yg kita kerjakan, cepat atau lambat kita pun pasti menuai Hasilnya…

2. Kita tidak pernah tahu persis skenario apa yg telah Tuhan persiapkan utk kehidupan kita, namun satu hal yang harus kita yakini bahwa Tuhan pasti memberikan kepada kita tidak lebih dari apa yg telah kita persiapkan untuk menerimanya…. Untuk mempertegas, baiklah kami ulangi:

“Tuhan selalu memberikan kepada kita TIDAK LEBIH dari apa yang telah kita persiapkan untuk menerimanya…”

Bagaimana Tuhan hendak memberikan kita segalon air kalau yg kita persiapkan untuk menerima pemberianNYA hanyalah segelas cangkir…??

3. Karena itulah, untuk apapun yg kita lakukan, mari kita lakukan YANG TERBAIK yg bisa kita berikan… dan teruslah berpikir bahwa selalu ada yg lebih baik daripada apa yg telah kita lakukan hari ini, sehingga kita terus bertumbuh dalam Kebaikan, dan terus berkembang dalam menebarkan Manfaat bagi sebanyak2nya manusia di sekitar kita…

Salam Sukses & Sejahtera selalu…

Sumber : i can learning community

Minggu, 18 Desember 2011

Bai Fang Li



Sahabat, maaf sebelumnya kalau pernah ada yang baca tentang Bai Fang Li. Seorang yang istimewa. Istimewa bukan karena dudukan dan harta, istimewa bukan karena kemewahan dan jabatannya. Namun istimewa karena apa yang ada di hatinya, yaitu kedermawanan.

Tentu kita kenal dengan Oprah Winfrey. Jika dia menyumbang ratusan dan ribuan dolar, tentu kita kagum namun tidaklah terkejut. Mungkin juga rajanya microsoft, Bill Gates yang mendermakan jutaan dolar, kita juga barangkali menganggap hal hebat yang biasa saja. Namun saat kita diperlihatkan kedermawanan dari orang yang dalam kesusahan, itu adalah hal yang tentunya mengetuk hati kita. Berikut adalah cerita tentang Bai Fang Li. File ini telah ada di komputer saya sejak lama. Tidak ada salahnya saya bagikan kepada sahabat..

BAI FANG LI adalah seorang tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskankan di atas sadel becaknya, mengayuh dan mengayuh untuk memberi jasanya kepada orang yang naik becaknya. Mengantarkan kemana saja pelanggannya menginginkannya, dengan imbalan uang sekedarnya.

Tubuhnya tidaklah perkasa. Perawakannya malah tergolong kecil untuk ukuran becaknya atau orang-orang yang menggunakan jasanya. Tetapi semangatnya luar biasa untuk bekerja. Mulai jam enam pagi setelah melakukan rutinitasnya untuk bersekutu dengan Tuhan. Dia melalang dijalanan, di atas becaknya untuk mengantar para pelanggannya. Dan ia akan mengakhiri kerja kerasnya setelah jam delapan malam.

Para pelanggannya sangat menyukai Bai Fang Li, karena ia pribadi yang ramah dan senyum tak pernah lekang dari wajahnya. Dan ia tak pernah mematok berapa orang harus membayar jasanya. Namun karena kebaikan hatinya itu, banyak orang yang menggunakan jasanya membayar lebih. Mungkin karena tidak tega, melihat bagaimana tubuh yang kecil malah tergolong ringkih itu dengan nafas yang ngos-ngosan (apalagi kalau jalanan mulai menanjak) dan keringat bercucuran berusaha mengayuh becak tuanya.

Bai Fang Li tinggal disebuah gubuk reot yang nyaris sudah mau rubuh, di daerah yang tergolong kumuh, bersama dengan banyak tukang becak, para penjual asongan dan pemulung lainnya. Gubuk itupun bukan miliknya, karena ia menyewanya secara harian. Perlengkapan di gubuk itu sangat sederhana. Hanya ada sebuah tikar tua yang telah robek-robek dipojok-pojoknya, tempat dimana ia biasa merebahkan tubuh penatnya setelah sepanjang hari mengayuh becak.

Gubuk itu hanya merupakan satu ruang kecil dimana ia biasa merebahkan tubuhnya beristirahat, diruang itu juga ia menerima tamu yang butuh bantuannya, diruang itu juga ada sebuah kotak dari kardus yang berisi beberapa baju tua miliknya dan sebuah selimut tipis tua yang telah bertambal-tambal. Ada sebuah piring seng comel yang mungkin diambilnya dari tempat sampah dimana biasa ia makan, ada sebuah tempat minum dari kaleng. Di pojok ruangan tergantung sebuah lampu templok minyak tanah, lampu yang biasa dinyalakan untuk menerangi kegelapan di gubuk tua itu bila malam telah menjelang.

Bai Fang Li tinggal sendirian digubuknya. Dan orang hanya tahu bahwa ia seorang pendatang. Tak ada yang tahu apakah ia mempunyai sanak saudara sedarah. Tapi nampaknya ia tak pernah merasa sendirian, banyak orang yang suka padanya, karena sifatnya yang murah hati dan suka menolong.Tangannya sangat ringan menolong orang yang membutuhkan bantuannya, dan itu dilakukannya dengan sukacita tanpa mengharapkan pujian atau balasan.

Dari penghasilan yang diperolehnya selama seharian mengayuh becaknya, sebenarnya ia mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman yang layak untuk dirinya dan membeli pakaian yang cukup bagus untuk menggantikan baju tuanya yang hanya sepasang dan sepatu bututnya yang sudah tak layak dipakai karena telah robek. Namun dia tidak melakukannya, karena semua uang hasil penghasilannya disumbangkannya kepada sebuah Yayasan sederhana yang biasa mengurusi dan menyantuni sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin. Yayasan yang juga mendidik anak-anak yatim piatu melalui sekolah yang ada.

Hatinya sangat tersentuh ketika suatu ketika ia baru beristirahat setelah mengantar seorang pelanggannya. Ia menyaksikan seorang anak lelaki kurus berusia sekitar 6 tahun yang yang tengah menawarkan jasa untuk mengangkat barang seorang ibu yang baru berbelanja. Tubuh kecil itu nampak sempoyongan mengendong beban berat dipundaknya, namun terus dengan semangat melakukan tugasnya. Dan dengan kegembiraan yang sangat jelas terpancar dimukanya, ia menyambut upah beberapa uang recehan yang diberikan oleh ibu itu, dan dengan wajah menengadah ke langit bocah itu berguman, mungkin ia mengucapkan syukur pada Tuhan untuk rezeki yang diperolehnya hari itu.

Beberapa kali ia perhatikan anak lelaki kecil itu menolong ibu-ibu yang berbelanja, dan menerima upah uang recehan. Kemudian ia lihat anak itu beranjak ketempat sampah, mengais-ngais sampah, dan waktu menemukan sepotong roti kecil yang kotor, ia bersihkan kotoran itu, dan memasukkan roti itu kemulutnya, menikmatinya dengan nikmat seolah itu makanan dari surga.

Hati Bai Fang Li tercekat melihat itu, ia hampiri anak lelaki itu, dan berbagi makanannya dengan anak lelaki itu. Ia heran, mengapa anak itu tak membeli makanan untuk dirinya, padahal uang yang diperolehnya cukup banyak, dan tak akan habis bila hanya untuk sekedar membeli makanan sederhana.

“Uang yang saya dapat untuk makan adik-adik saya….” jawab anak itu.

“Orang tuamu dimana…?” tanya Bai Fang Li.

“Saya tidak tahu…., ayah ibu saya pemulung…. Tapi sejak sebulan lalu setelah mereka pergi memulung, mereka tidak pernah pulang lagi. Saya harus bekerja untuk mencari makan untuk saya dan dua adik saya yang masih kecil…” sahut anak itu.

Bai Fang Li minta anak itu mengantarnya melihat ke dua adik anak lelaki bernama Wang Ming itu. Hati Bai Fang Li semakin merintih melihat kedua adik Wang Fing, dua anak perempuan kurus berumur 5 tahun dan 4 tahun. Kedua anak perempuan itu nampak menyedihkan sekali, kurus, kotor dengan pakaian yang compang camping.

Bai Fang Li tidak menyalahkan kalau tetangga ketiga anak itu tidak terlalu perduli dengan situasi dan keadaan ketiga anak kecil yang tidak berdaya itu, karena memang mereka juga terbelit dalam kemiskinan yang sangat parah, jangankan untuk mengurus orang lain, mengurus diri mereka sendiri dan keluarga mereka saja mereka kesulitan.

Bai Fang Li kemudian membawa ke tiga anak itu ke Yayasan yang biasa menampung anak yatim piatu miskin di Tianjin. Pada pengurus yayasan itu Bai Fang Li mengatakan bahwa ia setiap hari akan mengantarkan semua penghasilannya untuk membantu anak-anak miskin itu agar mereka mendapatkan makanan dan minuman yang layak dan mendapatkan perawatan dan pendidikan yang layak.

Sejak saat itulah Bai Fang Li menghabiskan waktunya dengan mengayuh becaknya mulai jam 6 pagi sampai jam delapan malam dengan penuh semangat untuk mendapatkan uang. Dan seluruh uang penghasilannya setelah dipotong sewa gubuknya dan pembeli dua potong kue kismis untuk makan siangnya dan sepotong kecil daging dan sebutir telur untuk makan malamnya, seluruhnya ia sumbangkan ke Yayasan yatim piatu itu. Untuk sahabat-sahabat kecilnya yang kekurangan.

Ia merasa sangat bahagia sekali melakukan semua itu, ditengah kesederhanaan dan keterbatasan dirinya. Merupakan kemewahan luar biasa bila ia beruntung mendapatkan pakaian rombeng yang masih cukup layak untuk dikenakan di tempat pembuangan sampah. Hanya perlu menjahit sedikit yang tergoyak dengan kain yang berbeda warna. Mhmmm… tapi masih cukup bagus… gumannya senang.

Bai Fang Li mengayuh becak tuanya selama 365 hari setahun, tanpa perduli dengan cuaca yang silih berganti, ditengah badai salju turun yang membekukan tubuhnya atau dalam panas matahari yang sangat menyengat membakar tubuh kurusnya.

“Tidak apa-apa saya menderita, yang penting biarlah anak-anak yang miskin itu dapat makanan yang layak dan dapat bersekolah. Dan saya bahagia melakukan semua ini…,” katanya bila orang-orang menanyakan mengapa ia mau berkorban demikian besar untuk orang lain tanpa perduli dengan dirinya sendiri.

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun, sehingga hampir 20 tahun Bai Fang Li menggenjot becaknya demi memperoleh uang untuk menambah donasinya pada yayasan yatim piatu di Tianjin itu. Saat berusia 90 tahun, dia mengantarkan tabungan terakhirnya sebesar RMB 500 (sekitar 650 ribu rupiah) yang disimpannya dengan rapih dalam suatu kotak dan menyerahkannnya ke sekolah Yao Hua.

Bai Fang Li berkata, “Saya sudah tidak dapat mengayuh becak lagi. Saya tidak dapat menyumbang lagi. Ini mungkin uang terakhir yang dapat saya sumbangkan……” katanya dengan sendu. Semua guru di sekolah itu menangis……..

Bai Fang Li wafat pada usia 93 tahun, ia meninggal dalam kemiskinan. Sekalipun begitu, dia telah menyumbangkan disepanjang hidupnya uang sebesar RMB 350.000 ( setara 470 juta rupiah) yang dia berikan kepada Yayasan yatim piatu dan sekolah-sekolah di Tianjin untuk menolong kurang lebih 300 anak-anak miskin.

Foto terakhir yang orang punya mengenai dirinya adalah sebuah foto dirinya yang bertuliskan ” Sebuah Cinta yang istimewa untuk seseorang yang luar biasa”.

Sumber : Resensi.net

Sabtu, 17 Desember 2011

Biarkan mereka, tapi bukan kita

Biarkan orang lain menjalani kehidupan yang kecil, tetapi bukan Kita
Biarkan orang lain berdebat tentang hal-hal kecil, tetapi bukan Kita
Biarkan orang lain mengeluh atas apa yang mungkin terjadi, tetapi bukan Kita
Biarkan orang lain menangisi kecil sakit, biarkan mereka putus asa, biarkan mereka menjadi dendam dan ingin membalas dendam, tetapi bukan Kita

Biarkan orang lain meninggalkan masa depan mereka, dan menanggalkannya di tangan orang lain, biarkan mereka menjadi materialistis dan sombong, tetapi bukan Kita

Biarkan orang lain tidak bersyukur dan berhenti berdoa, tapi kita tidak! Biarkan orang lain menyerah, tetapi bukan Kita! Sekali lagi bukan Kita. Sebab disini Kita tahu, siapa yang percaya dan yakin akan sesuatu, maka dia akan mampu.




Kamis, 17 November 2011

Motivasi Berprestasi

KOMENTAR PARA AHLI

Motivasi merupakan salah satu konsep yang mendapat perhatian dala ilmu psikologi. Berbagai penelitian dilakukan untuk memahami konsep motivasi, berikut aspek-aspek yang melingkupinya, dan faktor-faktor yang dipengaruhi serta mempengaruhinya.

Kata motivasi diambil dari kata dalam bahasa Inggris Motivation, yang asal usulnya menurut para pakar bahasa berasa dari bahasa Yunani, yaitu Movore yang berarti “bergerak”.

Pengertian dasar dari kata motivasi tersebut tentu saja belum memadai untuk menjelaskan konsep motivasi dalam perkembangan penggunaannya. Jones memandang motivasi sebagai usaha untuk memulai, mengerahkan energi, memelihara, mengarahkan, dan menghentikan perilaku, berikut semua bentuk reaksi subjektif yang terjadi dalam diri individu selama suatu bentuk perilaku ditampilkan.

Compbell mendifinisikan motivasi sebagai serangkaian hubungan antar faktor yang menjelaskan arah, kekuatan dan persistensi perilaku.

Dari berbagai definisi tentang motivasi, minimal ada 3 komponen dasar yang selalu diseut dalam setiap definisi, yaitu : 



v Adanya hal yang menggerakkan manusia sehingga berbagai bentuk perilaku muncul
v Adanya yang mengarahkan perilaku manusia
v Adanya hal “UANG” mendorong manusia sehingga mampu mempertahankan atau mengembangkan perilakunya.

Komponen pertama menerangkan tentang adanya kekuatan dalam diri manusia yang mendorongnya untuk menampilkan perilaku tertentu, sekaligus mempertahankan diri dari stimulasi eksternal yang kerapkali mengancam kekuatan internal tersebut.

Komponen kedua, menjelaskan adanya arah dan tujuan yang dimiliki manusia, berkaitan dengan perilaku-perilaku yang ditampilkannya.

Komponen ketiga mengandung pengertian bahwa dalam konsep motivasi terdapat sistem penghubung yang menghubungkan kekuatan internal dengan tekanan-tekanan dari luar.

Motivasi akan mempengaruhi dan menentukan bentuk, tujuan dan intensitas perilaku.
Dalam hubungan Motivasi dengan Perilaku, terdapat unsur-unsur yang saling mempengaruhi :

1. adanya kebutuhan atau harapan
2. adanya perilaku atau tindakan
3. adanya tujuan atau insentif
4. adanya bentuk-bentuk umpan balik.

Kebutuhan atau harapan dalam diri individu akan menimbulkan kondisi disekuilibrium dalam diri manusia, kondisi ini akan mempengaruhi suasana psikologi dan memunculkan dorongan untuk menyeimbangkan diri.

Untuk menyeimbangkan kondisi tidak seimbang dalam dirinya, seorang individu kemudian akan menetapkan tujuan dan menampilkan bentuk-bentuk perilaku untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Selama berada dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan, individu akan memperoleh berbagai umpan balik, baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan luar.
Atkinson menyamakan motivasi dengan need dan motif yaitu, suatu disposisi laten yang mendorong dan mengarahkan manusia untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.


MOTIVASI BERPRESTASI

Motivasi berprestasi sangat berperan dalam hidup manusia. McClelland mengartikan motivasi berprestasi sebagai dorongan untuk meraih kesuksesan, mencapai suatu tataran, baik yang ditentukan individu maupun pihak-pihak di luar diri. Kesuksesan dalam berbagai bidang kehidupan dipengaruhi oleh motivasi berprestasi.
Dorongan untuk meraih kesuksesan akan sangat dipengaruhi oleh hasil evaluasi individu terhadap berbagai stimulus yang datang dari lingkungannya. Perbedaan tingkat motivasi berprestasi mempengaruhi individu jika dihadapkan pada stimulus berupa tantangan atau peluang yang mungkin diterimanya dari lingkungan.

Motivasi berprestasi juga akan mempengaruhi persepsi terhadap gaji, lokasi tempat bekerja, jenis pekerjaan, sistem pengambilan keputusan dan sistem promosi jabatan.
Dalam konteks psikologi organisasi, motivasi diartikan sebagai kemauan berikut usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi, disertai kemampuan untuk sekaligus memuaskan bentuk-bentuk kebutuhan individu.

Dari sekian banyak kebutuhan psikologis yang dimiliki manusia, McClelland menyebut adanya tiga kebutuhan psikologis yang perannya sangat penting dalam kehidupan manusia, yaitu :

1. kebutuhan untuk berafiliasi (need for affiliation atau n-Aff) yaitu dorongan untuk mengembangkan hubungan sosial yang bersabat dan interpersonal.
2. Kebutuhan untuk berkuasa (need for power atau n-Pow) yaitu dorongan untuk membuat orang lain melakukan perilaku atau aktivitas yang sesuai dengan keinginan individu tersebut.
3. Kebutuhan untuk berprestasi (need for achievment atau n-Ach) yaitu dorongan untuk meraih sukses, berusaha mencapai suatu tataran, baik yang ditentukan oleh individu itu sendiri, maupun oleh pihak-pihak di luar dirinya, dorongan untuk melakukan suatu perilaku secara efektif dan efisien.

Terdapat enam karakteristik yang dapat mengindikasikan dimilikinya n-Ach yang tinggi:

A. Memiliki aktivitas dengan tingkat resiko sedang
B. Mengembangkan aktivitas instrumental yang khas dan energis
C. Cenderung mempertanggungjawabkan perilku dan performa kerjanya secara individu.
D. Mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
E. Mampu mengambil manfaat dari hasil perilaku dan keputusan-keputusan yang diambil
F. Memiliki kemampuan untuk berorganisasi.

Miles, mengajukan beberapa asumsi yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh motivasi terhadap perilaku kerja. 



Asumsi pertama, menyebutkan bahwa manusia secara laten pada dasarnya ingin menyumbangkan sesuatu dalam bentuk pekerjaan (bagi kepentingan dirinya maupun kepentingan orang lain). Inilah yang menjadi dasar bagi semua orang untuk bekerja (motivasi bekerja).

Asumsi kedua, menyatakan bahwa bentuk-bentuk kerja sebaiknya selalu bermakna dan dapat dinikmati oleh individu sebagai pelaku kerja tersebut.

Asumsi ketiga, bahwa pekerja memiliki kemampuan untuk melakukan pengambilan keputusan terkait dengan pekerjaannya.

Asumsi keempat, menekankan pentingnya tingkat kemandirian dalam melakukan pekerjaan dan tingkat keberartian tugas dalm hubungannya dengan kepuasan kerja.


PENUTUP
Dalam uraian diatas terlihat bahwa terdapat pola hubungan yang menarik antara n-Ach dengan persepsi mengenai karakteristik pekerjaan. Dalam mata rantai hubungan pertama, n-Ach mempengaruhi persepsi individu terhadap karakteristik pekerjaan. Dalam mata rantai hubungan berikutnya, persepsi individu terhadap karakteristik pekerjaan akan mempengaruhi motivasi kerja internal, yang juga diwarnai oleh keterlibatan n-Ach.

Individu dengan motivasi berprestasi tinggi selalu berusaha mencari situasi yang menuntut tanggungjawab personal, menyukai aktivitas yang khas dan energis.

Selain itu, individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung akan lebih menyukai bentuk-bentuk pekerjaan yang menuntut kemandirian, bermakna bagi dirinya dan orang lain, mengandung banyak tantangan.

Terakhir, sebagi catatan sementara tinggi-rendahnya kebutuhan berprestasi berkorelasi dengan persepsi individu mengenai karekteristik pekerjaan.




Pianis Berjari Empat - Lee Hee-aH


Pianis Berjari Empat,
Lee Hee-Ah





Lee Hee-Ah, terkenal sebagai pianis berjari empat, dilahirkan dengan dua jari pada masing-masing tangan dan kaki yang pendek di bawah lutut karena kelainan bawaan. Lalu, pada usia tiga tahun, dia harus menjalani amputasi untuk membuang kaki di bawah lututnya. Kaki yang digunakanya untuk berjalan sangat lunak dan mudah terluka. Oleh sebab itu, dia tidak dapat berjalan lama. Meskipun demikian, dia membulatkan keberanian dan adanya harapan pada banyak orang melalui musiknya meskipun ia menderita cacat fisik dan mental.

Hee-Ah telah bermain piano sejak usia enam tahun. Dia menjelaskan alasan mengapa dia belajar piano sebagai berikut, “Jari-jari saya tidak memiliki kekuatan, jadi ibu saya menyuruh saya belajar piano sebagai terapi supaya saya bisa memegang pensil di sekolah, dan hal inilah yang membawa saya ke keadaan saya sekarang ini.”

Guru pianonya mengecilkan hatinya untuk bermain alat musik itu dengan mengatakan bahwa dia tidak berbakat. Dia membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan hanya untuk belajar menekan tuts piano karena jari-jarinya kurang kuat. Lebih parah dari itu, dia tidak dapat mengikuti irama dan melodi karena kelemahan fungsi otaknya, dan dokter berkata bahwa jika dia mengingat sepenggal lagu untuk lima menit atau lebih, otaknya akan menjadi semakin tidak berfungsi.

Meskipun demikian, dengan keteguhan hati, Hee-Ah sekarang dapat mengingat dan memainkan sepenggal lagu yang berdurasi lebih dari tujuh menit. Sewaktu mempelajari lagu favoritnya, Chopin’s Impromptu Fantasia, dia berlatih begitu keras sampai lembaran partitur musiknya menjadi sobekan-sobekan. Dia membutuhkan tidak kurang dari lima tahun untuk dapat memainkannya.

“Dengan sepuluh jari, lagu itu akan dapat dimainkan dengan berirama, tetapi saya menemukan kesulitan terbesar saat aliran melodinya melompat-lompat karena saya hanya memiliki dua jari.” “Motto favorit saya adalah ‘Selalu mencoba yang terbaik’ dan ‘Tak pernah berhenti berusaha’.”

Ketika dia mengikuti kontes pianonya yang pertama, pihak penyelenggara pada awalnya menolak. Tetapi, setelah memohon dengan gigih, dia dapat mengikuti kompetisi tersebut dan akhirnya memenangkan hadiah pertama. Para juri tidak tahu bahwa dia memiliki cacat tubuh sampai saat pemenang hadiah pertama diumumkan. Sejak saat itu, dia mulai memenangkan banyak penghargaan dalam berbagai kompetisi. Bila mengamati hasil usahanya yang melebihi manusia biasa itu, dia bisa memainkan piano lebih dari sepuluh jam sehari yang mengakibatkan jarinya melepuh.

Sebagai seorang pianis yang menonjol, kisahnya diliput oleh berbagai media dan juga diterbitkan dalam buku yang sensasional. Kantor distrik sekolah Seoul memasukkan bukunya sebagai bacaan wajib bagi sekolah dasar. Pada tahun 1997, Nona Lee menyelenggarakan resital solonya yang pertama dan menyumbangkan seluruh pendapatannya untuk mendanai kaum cacat. Sekarang dia menyelenggarakan konser kelilingnya di seluruh dunia dan juga di dalam negeri. Hee-Ah telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai seorang pianis. Musiknya menyentuh banyak orang dimanapun dia tampil dan stasiun TV seperti ABC dan CNN di Amerika juga telah menyiarkan kisahnya ini.

Tanpa menghiraukan kecacatannya, Hee-Ah optimis dan selalu tersenyum gembira. “Saya adalah seorang gadis biasa sama dengan gadis lain seusia saya. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa saya memiliki cacat tubuh, tetapi itu tidak berarti saya dengan mudah putus asa dan menyerah untuk melakukan apa yang saya ingin lakukan hanya karena saya tidak memiliki kaki dan beberapa jari. Saya percaya bahwa akan selalu ada harapan jika saya terus mempertahankan mimpi saya dan bekerja keras untuk mewujudkannya.”

Lebih jauh lagi, dia mengilhami orang melalui kecacatannya. Ketika ditanya dalam sebuah wawancara pertunjukan TV, “Kenapa menurut Anda Tuhan memberikan sepuluh jari kepada orang lain dan hanya memberikan empat jari untuk Anda?” Dia menjawab, “Itu untuk orang-orang cacat. Melalui musik empat-jari, Tuhan memberi saya sebuah misi untuk memberitahu mereka. Saya selalu berterima kasih kepada Tuhan bahwa Ia melakukan ini untuk menggunakan saya dalam cara tertentu.”

Hee-Ah berterima kasih kepada Tuhan karena dia percaya jika dia memiliki 10 jari yang normal, dia hanya akan menjadi pianis biasa saja di antara sekian banyak pianis. Dengan menaklukkan keterbatasan mental, fisik, musik, serta dengan pengaruh artistiknya dapat membuat para pendengarnya merasakan semangat dan keindahan yang tak pernah berhenti. Musik Lee Hee-Ah meyakinkan kita lagi bahwa seni bukanlah masalah raga atau otak, tetapi masalah ekspresi jiwa.

Minggu, 13 November 2011

Belajar Dari Kesalahan


Banyak orang menyesali kesalahan dan kegagalan dalam hidup, termasuk soal kariernya. Tapi, sebenarnya, ada banyak hal yang bisa dipelajari sehingga kesalahan itu justru berbuah pembelajaran yang akan mendongkrak karier.
Menurut Alexander Kjerulf, konsultan Sumber Daya Manusia (SDM), ada banyak hal yang justru harusnya disyukuri saat melakukan kesalahan.Kesalahan adalah kesempatan untuk belajar lebih banyak Suatu ketika, kita barangkali melakukan kesalahan. Dan, sudah pasti itu akan membuat tidak nyaman. Tapi, jika kita membiasakan diri untuk memilih belajar –dibanding sekadar menyesali tiada henti– itu akan membuat kita makin dewasa dan berkembang.Tak perlu berusaha menutupi kesalahan Dengan kepala dingin dan hati yang lapang, saat mengakui kesalahan –meski kadang terasa sangat berat– sebenarnya itu justru melegakan.  
Bayangkan, jika kita justru berusaha menutupinya dengan segala cara pastinya kita hanya akan terbayang-bayang dengan kesalahan itu dan berusaha mati-matian agar tak ketahuan. Akibatnya, pekerjaan di masa mendatang yang harusnya bisa dilakukan maksimal, justru tak bisa dikerjakan karena sibuk menutupi kesalahan. Karena itu, Kjerulf menyarankan, cobalah lebih terbuka dan diskusikan tentang kesalahan yang dibuat. Sehingga, saat ditemukan solusi, kita akan jauh lebih lega dan dapat fokus untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya. 
Memperkuat kreativitas dan inovasi Randy Pausch, seorang profesor yang terkenal, memelopori pemberian penghargaan yang disebut the First Penguin (pinguin pertama). Penghargaan itu diberikan kepada tim di kelasnya yang paling berani mengambil risiko- dan gagal. Penghargaan itu terinspirasi oleh kisah pinguin pertama –selalu ada yang pertama– yang berani mengambil risiko terjun ke dalam air, meski tahu persis di air itu barangkali ada predator yang siap memangsa mereka. Namun, tanpa keberanian dari pinguin pertama, tak akan ada belasan dan ratusan pinguin yang berani masuk ke air.
Itulah bentuk “pengorbanan” yang sebenarnya kadang perlu dilakukan untuk menguji mentalitas. Dan, seperti banyak sejarah mencatat, mereka yang pertamalah yang biasanya berjaya. Sisanya? Adalah parafollower yang jika tak mumpuni, hanya akan begitu-begitu saja…Kesalahan biasanya justru membuka “pintu” peluang lain Masih ingat kisah perekat kertas Stick a note dari 3M, lem yang dianggap gagal karena kurang rekat? Tapi, dengan kreativitas tertentu, lem itu kini justru jadi bahan industri kertas penempel pesan yang mudah dilepas dan dibuang dan membuat untung perusahaan hingga miliaran dolar. 
Jadi, saat berbuat kesalahan, coba pelajari sisi lain dari kesalahan itu. Siapa tahu ada sesuatu yang bisa dikreasikan untuk mencapai keberhasilan.Saat kita merayakan kesalahan, kita justru memperkecil peluang berbuat kesalahan Peter Drucker-seorang ahli manajemen-menyebutkan, sebuah perusahaan justru harus mencari karyawan yang tak pernah berbuat kesalahan dan memecatnya. 
Mengapa? Menurut Drucker, karyawan yang tak pernah berbuat kesalahan sebenarnya justru tak pernah melakukan sesuatu. Jadi, jangan pernah takut berbuat salah.
Nah, dengan manfaat itu pantas jika kita “merayakan” kesalahan.

Jumat, 04 November 2011

Cobalah Untuk Merenung



Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur.
Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung adalah menghentikan adukan.Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar - benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

Kerendahan Hati .
Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit; jadilah saja belukar. Tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi danau. Kalau engkau tak sanggup jadi belukar; jadilah saja rumput. Tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya; jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang ke mata air.
Tak semua menjadi nakhoda; Tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.

Orang Besar Berpikir Besar


Anda besar dengan berpikir besar. Anda kecil bila berpikir kecil. Keterbatasan anda adalah pikiran anda. Mimpi dianugerahkan agar anda bisa berpikir besar. Maka bermimpilah menjadi besar. Mulailah dari pikiran anda.Keberhasilan semata -mata bagaimana anda meletakkanya dalam pikiran. Tidak ada yang salah pada lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu anda. Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi anda untuk meraih keberhasilan.Tinggal anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar.

Tak ada yang salah pada katak yang merindukan bulan. Tak ada yang salah pada kera yang ingin menjadi dewa. Jangan hiraukan ucapan orang lain. Bergaullah dengan orang- orang yang berkepribadian besar. Perlakukanlah diri anda dengan penuh rasa hormat, maka orang lain akan menghormati anda sebagai orang besar.

Tahukah Anda.
Tahukah anda bahwa ada 21 film layar lebar serial James Bond? Sembilan belas dalam versi "resmi" dan 2 versi "tidak resmi". James Bond yang dianggap versi "resmi" adalah yang dibuat berdasarkan lisensi yang dipegang oleh Albert Brocolli (yang setelah kematian Albert, lisensi ini dipegang oleh istrinya).

Semua film James Bond ini selalu dinyatakan sebagai karya Ian Fleming, padahal sepanjang hidupnya Ian Fleming hanya menulis 14 novel James Bond. Salah satu dari seri James Bond ini, yaitu "From Russia With Love" adalah novel favorit Presiden Amerika John F. Kennedy.

Kata Bijak Hari Ini.
Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu
kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada
di dalam diri anda sendiri, yaitu di dalam cara
anda berpikir dan bersikap.
(Fred Corbett)



Inti Semua Kebijaksanaan. Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, "Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar –dasar semua kebijaksanaan itu."

Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid."Itu masih terlalu banyak," kata sang raja. "Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.

Maka orang - orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku. Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, "Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta."


Seni Berbagi Dalam Lingkaran

BERBAGI/SHARING

Sebagai manusia, kita mempunyai keterbatasan-keterbatasan, keterbatasan tersebut untuk masing-masing orang adalah berbeda. Perbedaan keterbatasan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya sangat  dipengaruhi oleh  berbagai faktor baik faktor internal dari diri manusia sendiri maupun faktor eksternal yang berada di luar diri manusia.

Adanya keterbatasan dalam diri manusia telah mendorang manusia untuk berupaya menutupi sebanyak mungkin keterbatasan-keterbatasan dirinya, baik dengan cara belajar mencari ilmu pengetahuan atau keterampilan maupun upaya-upaya lainnya. Namun dalam kenyataannya sepandai apapun manusia seluas apaun ilmu pengetahuan yang dimilikinya manusia tetap saja manusia pasti punya keterbatasan-keterbatasan itu.

Karena itulah mungkin manusia sebagai makhluk sosial yang dibekali potensi akal dan budi  dituntut untuk saling berinteraksi dengan manusia lain sebagai upaya meminimalisir keterbatasan-keterbatasan tadi. Dengan berinteraksi diharapkan kita bisa memecahkan persoalan-persoalan  yang menjadi sumber keterbatasan-keterbatasan hidup kita sebagai manusia.

Banyak cara yang bisa kita gunakan untuk melepas atau meringankan persoalan-persoalan hidup kita salah satu diantaranya yaitu dengan berbagai masalah yang dihadapi dengan orang lain atau hanya sekedar menuliskannya.

Kita cenderung malu untuk membagikan masalah kita dengan orang lain mungkin karena arogansi kita yang merasa kita mampu memecahkan masalah kita sendiri. Berbagi persoalan hidup kita dengan orang lain merupakan sesuatu yang sangat menyebalkan  betapa tidak kita telah membiarkan orang lain mengetahui persoalan-persoalan hidup kita bahkan mungkin rahasia-rahasia yang paling disembunyikan kita.

Berbagi juga merupakan sesuatu yang sangat menakutkan karena kita membuka diri kepada orang lain apa adanya tentang diri kita.  teman,saudara dan orang yang mendengar akan benci terhadap diri kita, dengan berbagi kredibilitas kita yang selama ini dijaga dan dipelihara digerogoti oleh diri kita sendiri. Tapi persoalannya sampai kapan kita membohongi diri kita sendiri ? sampai kapan kita membohongi teman kita ? bukankah kalau kita berbohong mengakibatkan bohong selanjutnya ? kita menutupi bohong yang satu dengan bohong yang lainnya.

Banyak sekali dari kita pada awalnya merasa sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain, akan banyak ketakutan didalam diri kita bagaimana seandainya ......... kita takut masalah kita menjadi rahasia umum.

Ketakutan-ketakutan seperti diatas adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, sekarang tinggal bagaimana kita bisa mencari orang yang bisa dipercaya dan mampu memberikan solusi tentang persoalan-persoalan hidup kita.

LINGKARAN
Lingkaran disini tidak dimaksudkan untuk membatasi orang-orang yang akan kita ajak dalam berbagi, tapi lebih pada orang-orang yang ada dalam lingkup kehidupan kita diantaranta :

KELUARGA

Lingkup lingkungan terkecil kita adalah keluarga, kebanyakan kita membawa kepribadian yang berasal dari pengaruh keluarga. Dari kecil sampai dewasa kepribadian kita dibentuk atas pengaruh terbesar keluarga, kita hidup dengan mereka suka tidak suka mau tidak mau kita harus mampu berbagi dengan mereka tentang persoalan-persoalan hidup  yang kita hadapi  atau kita harus mampu berbagi mengenai ketidak sesuaian sistem yang diterapkan didalam keluarga kita.

SEKOLAH

Sekolah adalah salah satu tempat yang menghabiskan waktu selain tentu saja di rumah, hampir separuh waktu kita dalam sehari kita habiskan disekolah. Banyak dari kita yang merasa tidak siap dengan kondisi-kondisi yang ada disekolah yang akhirnya menjadi pemberontak. Persoalah-persoalan hidup kita disekolah seringkali tidak bisa kita pecahkan sendiri harus melibatkan orang lain baik guru maupun teman-teman kita.

LINGKUNGAN

Tetangga kita adalah orang-orang yang dapat kita katakan mempengaruhi dirikita sekarang ini, mereka mempunyai andil cukup banyak pula dalam pembentukan kepribadian kita. Bagaimana kita  melihat lingkungan kita ? dan bagaimana kita dapat hidup dilingkukngan tersebut ? apakah kita punya cukup andil terhadap lingkungan kita ? sehingga kita merasa senang dengan lingkungan kita ?

INSTITUSI

Mungkin untuk beberapa orang dari kita yang mempunyai penyakit kecanduan NARKOBA akan tinggal beberapa lama didalam sebuah institusi (panti rehab). Institusi seperti ini pula yang membentuk kepribadian baru kita dan bagaimana kepribadian baru ini bisa mempengaruhi hiup kita?

KEGUNAAN BERBAGI

Berbagi untuk sebagian orang adalah suatu aktivitas yang tidak mengenakkan karena biasanya dengan memberitahukan diri kita kepada orang lain sama saja seperti kita membiarkan orang lain untuk membenci kita. Namun demikian untuk sebagian orang berbagi mempunyai banyak kegunaan diantaranya :

  1. berbagi apa yang kita rasakan kepada orang lain akan memudahkan kita untuk dapat melihat diri kita lebih dalam lagi.
  2. berbagi bisa membantu melepaskan persoalan-persoalan hidup kita
  3. berbagi bisa memberitahu kepada orang lain tentang pengalaman-pengalaman kita, sehingga memberikan manfaat bagi orang lain utuk mengambil pangalaman-pengalaman terbaik kita dan menjauhi pengalaman-pengalaman terburuk kita.
  4. membantu untuk membiasakan diri melatih menyampaikan pesan kepada orang lain.

HAMBATAN-HAMBATAN BERBAGI
Adapun hamban-hambatan yang akan kita alami ketika kita berbagi diantaranya :
  1. ketakutan-ketakutan kita yang tidak jelas, kita tidak tahu apa yang sedang kita rasakan sebenarnya. Ketakutan karena kita tidak terbiasa atau takut akan penilaian-penilaian yang akan orang berikan kepada kita.
  2. Tidak percaya diri dengan apa yang sedang kita lakukan, apakah hal ini akan menambah daftar kekurangan kita dimata orang lain atau kita tidak yakin dengan apa yang kita lakukan ini akan bermanfaat untuk kita
  3. Tidak jujur, karena kita masih malu untuk menceritakan secara detail permasalahan kita.
  4. Kurang pengetahuan, terutama bagi pecandu yang sering mengisolasi diri sehingga pengetahuan tentang dunia luar maupun diri kita sangat minim.
  5. Menganggap persoalan kita adalah persoalan terbesar yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh kita apalagi orang lain.

BAGAIMANA CARA MENGATASINYA ?

Untuk mengatasi hambatan–hambatan yang kita hadapi ketika berbagi bisa dilakukan langkah-langkah seperti berikut :

  1. honesty, jujur dangan apa yang kita bagikan kepada orang lain.
  2. openminded, kita mencoba melihat apa yang kita alami adalah seseuatu yang bukan justru membuat kita putus asa, semua ini adalah suatu perjalanan hidup.
  3. take and give, orang yang berbagi dan yang mendengarkan diusahakan untuk merasa mendapatkan sesuatu, misalnya pengalaman yang dibagikan mampu memberikan inspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
  4. http://mrsigit80.blogspot.com/

Kamis, 03 November 2011

Kenapa Orang Takut Sukses

http://mrsigit80.blogspot.com/




Takut untuk sukses biasanya datang ketika menghadapi dan menjalani proses menuju sukses.
Hal yang wajar jika sukses adalah menakutkan karena melibatkan perubahan, dan perubahan itu tidak nyaman, dan kelar dari zona nyaman.

Sukses bisa menegangkan. Dengan keberhasilan datang, maka biasanya akan lebih banyak tantangan dan tanggung jawab.
Kadang-kadang orang takut sukses karena mereka tidak tahu apakah mereka dapat hidup mencapai prestasi mereka. Mereka tidak berpikir mereka sudah cukup mampu atau memiliki pengetahuan dan kepintaran. Mereka takut mereka tidak memiliki apa yang diperlukan untuk naik melewati fase menghadapi tantangan, dan mereka tidak tahu apakah mereka bisa mempertahankan keberhasilan mereka.

Dan di situlah perilaku sabotase diri masuk.
Tanda-tanda Takut Sukses dan Self-Sabotase
Bagaimana Anda mengetahui jika Anda takut sukses? Beberapa tanda kemungkinan sabotase diri adalah:
1. Anda mungkin melakukan sabotase diri, sebelum presentasi besar, ujian, atau wawancara kerja dengan bersenang-senang.
2. Penundaan. Menunda proyek Penting, tugas, atau tugas akhir .Ini bisa menjadi tanda takut sukses.
3. NATO No Action Talk Only, Hanya bicara, tidak ada tindakan Kadang-kadang perilaku tertentu terlihat seperti kemalasan, tetapi mereka mengungkapkan rasa takut akan kesuksesan. Misalnya, Anda mungkin berbicara tentang impian dan tujuan hidup Anda sepanjang waktu, tetapi Anda menonton TV setiap malam dan surfing internet selama berjam-jam setiap hari. Anda tidak pernah benar-benar mengambil langkah-langkah praktis atau mengerahkan disiplin diri untuk bergerak ke arah tujuan Anda.
4. Negatif,dan pesimis . Takut menghadapi keberhasilan dapat melibatkan perspektif yang sangat negatif dari kehidupan. ”Apa gunanya berdandan untuk wawancara kerja? Saya mungkin tidak akan mendapatkan posisi tersebut “(Tidak berani mencoba) -. Dan memfokuskan pada semua hal yang tidak penting – adalah perilaku sabotase diri.
Apa manfaat dari perilaku diri sabotase? Mereka menyediakan sebuah pintu keluar darurat stress dari perubahan yang menyakitkan.
Penelitian baru Self-Sabotage
Dr Jason Plaks, seorang psikolog sosial di Universitas Toronto. Ia meneliti sabotase diri dan mengapa beberapa orang tidak dapat menangani kesuksesan, dia bekerjasama dengan Kristin Stecher, seorang ilmuwan penelitian di University of Washington. Mereka menemukan bahwa jika kita tidak mengalami tantangan baru dan tidak mendapatkan masalah baru, maka kita tidak mendapatkan perkembangan dan pengalaman baru, dan kinerja kita kemudian turun seperti spiral ke bawah.

Jadi sebaiknya kita melewati proses yang menyakitkan itu Karena dengan melewati pengalaman dan perubahan maka kita akan semakin bertumbuh, keahlian dan pengalaman bertambah dan kita semakin ahli dalam suatu bidang yang kemudian akan memperbesar peluang sukses kita.


Hadapi prosesnya dan nikmati seperti ulat yang menjijikan yang puasa selama beberapa hari dan kemudian menjadi kupu-kupu yang indah dan cantik setelah melewati proses kepompong. Kita juga pasti akan menjadi manusia yang indah setelah melewati proses sukses yang menyakitkan.

by:chorihakiki

Bestfriend Is Part Of My Life

SAHABAT…..semua orang pasti mempunyai apa yang namanya sahabat. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai arti lebih dari seorang teman. Buatku, seorang sahabat adalah teman yang paling jujur, paling kritis dan paling mengerti terhadap diri kita. Mereka adalah orang-orang yang bisa menerima segala kekurangan kita, masih bisa menerima walaupun kita sering merepotkan, membuat mereka jengkel dengan segala masalah dan curhatan kita. Sahabat bagaikan rangkaian bunga yang indah, setiap bunga mempunyai aroma tersendiri.

Biasanya persahabatan terjadi karena adanya kesamaan, entah itu minat atau hobi, pengalaman ataupun karakter. Sebuah persahabatan bisa terjalin dengan baik dan sehat apabila orang-orang di dalamnya sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan yang sesungguhnya. Di dasari oleh niat yang baik, keinginan untuk berbagi kebaikan satu sama lain juga saling membutuhkan. Dalam persahabatan, keterbukaan, kejujuran dan pengertian merupakan faktor yang sangat penting. Mengapa? Karena tidak sedikit hancurnya sebuah persahabatan di karenakan adanya kebohongan dan sikap menutupi sesuatu. Banyak juga kejadian nyata terjadinya “teman makan teman” yang pastinya berakhir dengan permusuhan dan perselisihan. Tidak sedikit juga, persahabatan yang “di bumbui” masalah percintaan di dalamnya. Apapun kondisinya, berusahalah untuk tidak merusak persahabatan yang ada. Bersikaplah dewasa dan bijak dalam menyikapinya, kalau tidak ingin kehilangan sahabat dan persahabatan.

Sahabat yang baik adalah seseorang yang selalu berusaha memberikan support di saat kita sedang terjatuh dan ikut merasa bahagia di saat kita senang. Sahabat adalah teman di saat suka dan duka, terlebih di saat duka. Sahabat dalam kesedihan adalah sahabat sesungguhnya ( a friend in need is a friend indeed). Kita akan bisa melihat dan bahkan hukum alam yang akan memperlihatkan kepada kita, manakah di antara teman-teman kita yang memang benar-benar sahabat sejati.Sahabat sejati adalah orang yang pertama kali datang saat seluruh dunia meninggalkan kita.

Hubungan persahabatan yang pernah aku alami, benar-benar menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Di mana keterbukaan dan kedewasaan sangat berperan penting demi tetap terjalinnya sebuah persahabatan yang indah. Sahabat yang baik tentunya mempunyai “kewajiban” untuk saling mengingatkan apabila salah satu sahabatnya melakukan kesalahan ataupun perbuatan yang kurang baik, bukan justru membiarkannya. Karena apabila kita membiarkannya, maka yang terjadi adalah kesalahpahaman yang berakibat pada perselisihan. Walaupun apa yang di lakukannya semata-mata untuk berbuat baik, yaitu tidak ingin menyakiti perasaan sahabat mereka sendiri. Satu hal yang harus kita ingat bahwa Tak ada niat baik yang boleh di capai dengan cara yang buruk, dan sebaliknya tak ada niat buruk yang berubah baik meski di lakukan dengan cara-cara yang baik. Jika waktu bisa di putar kembali, setiap orang pastinya ingin memperbaiki semua kondisi yang tidak menyenangkan dan menyakitkan di masa lalu, tapi semua itu tidak akan pernah terjadi, yang terpenting saat ini adalah berusaha semampu kita untuk memperbaiki hubungan persahabatan yang pernah rusak dan mengambil hikmah serta pembelajaran yang sangat berharga itu. Namun terkadang, niat baik seorang sahabat tidak selalu bisa di terima sesuai harapan. Mungkin sahabat yang merasa pernah tersakiti bisa memaafkannya, tapi terkadang hubungan persahabatan tidak bisa terjalin sebaik dulu. Untuk teman-teman yang telah berusaha memperbaiki hubungan persahabatan yang pernah rusak, jangan berkecil hati karena selama niat kita baik, Allah pasti akan memberikan kemudahan dan jalan keluar yang terbaik. Yang terpenting adalah kita sudah berusaha bersikap lebih dewasa dan lebih bijak untuk bisa membuat semuanya menjadi lebih baik. Kekecewaan terhadap persahabatan di masa lalu tidak harus membuat kita menuntut kesempurnaan, sedangkan kesempurnaan itu sendiri tidak dapat di temukan.

Pastinya kita akan merasa sedih apabila harus kehilangan seorang sahabat, terlebih dia adalah orang yang selama ini paling dekat dengan kita. Jujur itu sangat menyedihkan dan menyakitkan. Bagiku, sama pedih dan sakitnya ketika kita harus kehilangan pasangan ataupun keluarga kita, karena buatku pribadi, sahabat adalah bagian dari hati dan hidupku, sama seperti halnya pasangan atau keluarga. Tapi kita harus tetap berpikir positif akan semuanya dan yang terpenting adalah jangan pernah menjadi orang yang pertama kali “memutuskan” tali silaturahim. Semoga semua pengalaman yang kita alami selama bersahabat, bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk ke depannya.

“….Teman sejati adalah mereka yang tak pernah meninggalkan hatimu, sekalipun mereka pergi dalam kehidupanmu bahkan jika mereka mati, mereka tak pernah mati di dalam hatimu….”

“…Di manapun kamu, semoga pesan ini sampai. Meski tanpa perahu, aku sangat kehilangan kamu…”

By, Shanty Wiryahaspati
*Referensi : Perahu Kertas – Dee, Rembulan Tenggelam Di Wajah-Mu – Tere Liye, Kata Bijak Berbagi sumber



http://mrsigit80.blogspot.com/

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More