Jumat, 01 Juli 2011
Siapa Anda sesunggunya?
Bagaimana orang lain memandang Anda
Lapisan terluar adalah citra Anda di mata orang lain. Entah baik ataupun buruk, orang lain memiliki pandangan tentang Anda sebagai seorang individu, sebagai pempimpin, sebagai orang tua , sebagai anak atau sebagai teman. Mereka memandang Anda dari sudut tertentu. Citra tersebut antara lain berasal dari Anda sendiri, namun juga disaring lewat nilai-nilai serta beban-beban orang lain.
Bagaimana Anda ingin orang lain memandang Anda
Banyak orang yang menguatirkan apa kata orang, dan ada yang bahkan menghabiskan waktu, tenaga serta uang untuk menyembunyikan siapa mereka agar orang lain lebih memandangnya tinggi. Tidak semua orang puas membiarkan orang lain menganggapnya bagaimana.
Bagaimana Anda memandang diri sendiri
Setiap orang memiliki citra diri dalam benaknya. Ada orang yang dengan sendirinya memiliki kesadaran diri, dan citra dirinya cukup tepat. Ada juga yang tidak tepat citra dirinya. Citra diri yang tepat membutuhkan waktu dan upaya, menuntut pertumbuhan, penjelajahan dan pengambilan resiko. Dan bahkan seseorang yang mengenal dirinya cukup baikpun, terkadang perlu menyesuaikan persepsi dirinya.
Siapa Anda sesunggunya
Mungkin Anda memiliki citra yang hampir tepat, namun Anda takkan pernah memandang diri sendiri setepat dan seutuh seperti yang Tuhan pandang. Kita semua hendaknya menemukan bagaimana Tuhan menjadikan kita. Dan kita harus berusaha menerima kelebihan dan kekurangan kita, lalu tumbuh untuk mencapai potensi kita. Proses tersebut akan menolong kita menjadi manusia yang baik. Kalau kita lakukan itu, citra diri kita akan semakin sesuai dengan identitas kita sesungguhnya, dan orang akan semakin memandang kita apa adanya tulus dengan segala kekurangan kita, yang berusaha melakukan sebaik mungkin. Itu akan membuat kita dihormati orang lain dan membuat orang tertarik kepada kita.
Anak-anak belajar dari kehidupannya
Bila seorang anak hidup dibawah kecaman, ia belajar untuk menyalahkan
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia belajar untuk melawan
Bila seorang anak hidup dengan cemoohan, ia belajar menjadi pemalu
Bila seorang anak hidup menanggung rasa malu, ia merasa selalu bersalah
Bila seorang anak hidup bertoleransi, ia belajar besabar
Bila seorang anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Bila seorang anak hidup dengan pujian, ia belajar menghargai
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, ia belajar keadilan
Bila seorang anak hidup dengan penuh rasa aman, ia belajar untuk beriman
Bila seorang anak hidup dengan restu, ia belajar untuk menyukai dirinya sendiri
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, ia belajar untuk mencari kasih ditengah dunia
Kasih sayang seorang ibu
Ketika Anda berumur 2 tahun, ia memberi Anda makan dan memandikan Anda. Anda mengucapkan terima kasih dengan kepadanya dengan menangis sepanjang malam
Ketika Anda berumur 3 tahun, ia memasak makanan untuk Anda dengan penuh kasih . Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan mencampakan piring Anda ke lantai
Ketika Anda berumur 4 tahun, ia memberi Anda krayon. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan mewarnai dinding-dinding tembok rumah Anda
Ketika Anda berumur 5 tahun. Ia memakai Anda pakaian untuk hari libur. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan jatuh kekumbangan lumpur terdekat
Ketika Anda berumur 6 tahun. Ia mengantar Anda kesekolah. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan berteriak “AKU TIDAK INGIN PERGI”
Ketika Anda berumur 7 tahun. Ia membelikan Anda bola. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan menendangnya ke jendela tetangga di samping rumah
Ketika Anda berumur 8 tahun. Ia membelikan es krim. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan meneteskan keseluruh pangkuan
Ketika Anda berumur 9 tahun. Ia membayar pelajaran piano. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan tidak mau berlatih
Ketika Anda berumur 10 tahun. Ia mengajak Anda jalan-jalan ke tempat berrmain dan rekreasi. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan teriak-teriak karena tidak mau pulang Ketika bermain
Ketika Anda berumur 11 tahun. Ia membawa Anda dan teman Anda ke bioskop. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan meminta untuk duduk pada barisan yang berbeda
Ketika Anda berumur 12 tahun. Ia memperingatkan Anda untuk tidak menonton acara televisi tertentu. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan menunggu sampai ia meninggalkan rumah
Ketika Anda berumur 13 tahun. Ia menyaranan potongan rambut Anda yang sedang digemari. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan memberitahunya bahwa ia tidak punya selera
Ketika Anda berumur 14 tahun. Ia membayari kemah musim panas selama dua minggu. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan lupa untuk satu haripun mengabarinya
Ketika Anda berumur 15 tahun. Ia pulang bekerja berharap mendapatkan peluakan dari Anda. Anda mengucapkan terima kasih kepadanya dengan mengunci kamar tidur Anda
Ketika Anda berumur 16 tahun, dia ajari Anda mengemudi mobilnya.Sebagai balasannya, Anda pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Ketika Anda berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, Anda pakai telepon nonstop semalaman.
Ketika Anda berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika Anda lulus SMA. Sebagai balasannya, Anda berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Ketika Anda berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, Anda minta diturunkan jauh daripintu gerbang agar Anda tidak malu di depan teman-temanmu.
Ketika Anda berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?". Sebagai balasannya, Anda jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"
Ketika Anda berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, Anda katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."
Ketika Anda berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru Ketika Anda lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, Anda tanya dia kapan aku bisa ke Bali.
Ketika Anda berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, Anda ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Ketika Anda berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, Anda mengeluh,"Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"
Ketika Anda berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, Anda pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Ketika Anda berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, Anda katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"
Ketika Anda berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, Anda jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."
Ketika Anda berumur 50 tahun, dia sakit - sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, Anda bacatentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak -anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba Anda teringat semua yang belum pernah Anda lakukan.
10 Transaksi Menguntungkan
1. Jual “Penundaan” dan beli “Percepatan”
Kebanyakan hal yang dilakukan lebih cepat dari semestinya cukup untuk membeli kesuksesan dimasa depan. Semakin banyak yang Anda bayar sekarang, semakin banyak usaha Anda diinvestasikan, dan semakin cepat pula potensi Anda menjadi sukses
2. Jual “Pengakuan” dan beli “Pencapaian”
Pujian cepat berlalu, tetapi apa yang Anda capai mengandung potensi untuk memberikan pengaruh positif kepada hidup orang lain
3. Jual “Pendapatan” dan beli “Peluang masa depan”
Godaan hampir selalu berupaya meraih keuntungan sebesar-besarnya. Tetapi mengarahkan perhatian kepada peluang di masa depan hampir selalu membawa kepada hasil yang lebih tinggi, tentunya termasuk keuntungan finansialnya
4. Jual “Kepuasan sesaat” dan beli “Pertumbuhan kepribadian”
Butuh puluhan tahun untuk pohon raksasa bertumbuh, tetapi hanya butuh beberapa minggu untuk pohon kecil. Anda ingin menjadi yang mana?
5. Jual “Uji coba” dan beli “fokus”
Semakin muda Anda akan semakin banyak hal yang ingin Anda coba. Tetapi sesegera mungkin Anda harus menemukan apa yang menjadi panggilan hidup Anda, tekunlah di dalamnya
6. Jual “Kuantitas hidup” dan beli “Kualitas hidup”
Hidup Anda bukan pameran busana. Lakukan hal yang yang terbaik karena tidak ada kesempatan ke dua.
7. Jual “Kenyamanan” dan beli “Pengabdian”
Pria-pria dan wanita-wanita bersejarah menjadi besar bukan karena apa yang mereka miliki atau peroleh. Tetapi karena mereka memberikan hidup mereka untuk meraih hal-hal besar.
8. Jual “Standar rata-rata” dan beli “Standar kesempatan”
Jika sesuatu cukup berharga unutk dilakukan, lakukan dengan standar terbaik atau jangan lakukan sama sekali
9. Jual”Penambahan” dan beli “Pelipatgandaan”
Ketika Anda menginvestasikan kemampuan ke dalam seseorang, setiap orang yang Anda dukung menjadi rekan kerja
10. Jual “Pelayanan Anda kepada Tuhan” dan beli “Pengalaman Anda dengan Tuhan”
Tidak peduli seberapa berharganya pekerjaan Anda, masih tidak sebanding hubungan Anda dengan pencipta Anda







