IMAGE-1 IMAGE-2 IMAGE-3 IMAGE-4 IMAGE-5

Jumat, 04 November 2011

Mari Kita Bersyukur - Kisah Karpet




Sebuah kisah nyata...
Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:
"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya.
"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.
Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.
Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".
Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak.
Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.
"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana , artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".
Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.
"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya
"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"
Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".
Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.
Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.
Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :
Saya BERSYUKUR;
1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain
2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.
3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan
4. Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya saya bekerja dan digaji tinggi
5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman
6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya cukup makan
7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras
8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat
9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup
10. Untuk kenaikan gaji yang sedikit, ttp bersyukur, karena perusahaan masih memperhatikan para staffnya.
11. Untuk ............ Untuk....... ......... . Untuk....... ......... ........

Kiriman dari Sahabat Andilala Jakarta

Cobalah Untuk Merenung



Sediakan beberapa menit dalam sehari untuk melakukan perenungan. Lakukan di pagi hari yang tenang, segera setelah bangun tidur. Atau di malam hari sesaat sebelum beranjak tidur. Merenunglah dalam keheningan. Jangan gunakan pikiran untuk mencari berbagai jawaban. Dalam perenungan anda tidak mencari jawaban. Cukup berteman dengan ketenangan maka anda akan mendapatkan kejernihan pikiran. Jawaban berasal dari pikiran anda yang bening. Selama berhari-hari anda disibukkan oleh berbagai hal. Sadarilah bahwa pikiran anda memerlukan istirahat. Tidak cukup hanya dengan tidur.
Anda perlu tidur dalam keadaan terbangun. Merenunglah dan dapatkan ketentraman batin.
Pikiran yang digunakan itu bagaikan air sabun yang diaduk dalam sebuah gelas kaca. Semakin banyak sabun yang tercampur semakin keruh air. Semakin cepat anda mengaduk semakin kencang pusaran. Merenung adalah menghentikan adukan.Dan membiarkan air berputar perlahan. Perhatikan partikel sabun turun satu persatu, menyentuh dasar gelas. Benar - benar perlahan. Tanpa suara. Bahkan anda mampu mendengar luruhnya partikel sabun. Kini anda mendapatkan air jernih tersisa di permukaan. Bukankah air yang jernih mampu meneruskan cahaya. Demikian halnya dengan pikiran anda yang bening.

Kerendahan Hati .
Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit; jadilah saja belukar. Tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi danau. Kalau engkau tak sanggup jadi belukar; jadilah saja rumput. Tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya; jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang ke mata air.
Tak semua menjadi nakhoda; Tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.

Orang Besar Berpikir Besar


Anda besar dengan berpikir besar. Anda kecil bila berpikir kecil. Keterbatasan anda adalah pikiran anda. Mimpi dianugerahkan agar anda bisa berpikir besar. Maka bermimpilah menjadi besar. Mulailah dari pikiran anda.Keberhasilan semata -mata bagaimana anda meletakkanya dalam pikiran. Tidak ada yang salah pada lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu anda. Semua memberikan tempat dan kesempatan bagi anda untuk meraih keberhasilan.Tinggal anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar.

Tak ada yang salah pada katak yang merindukan bulan. Tak ada yang salah pada kera yang ingin menjadi dewa. Jangan hiraukan ucapan orang lain. Bergaullah dengan orang- orang yang berkepribadian besar. Perlakukanlah diri anda dengan penuh rasa hormat, maka orang lain akan menghormati anda sebagai orang besar.

Tahukah Anda.
Tahukah anda bahwa ada 21 film layar lebar serial James Bond? Sembilan belas dalam versi "resmi" dan 2 versi "tidak resmi". James Bond yang dianggap versi "resmi" adalah yang dibuat berdasarkan lisensi yang dipegang oleh Albert Brocolli (yang setelah kematian Albert, lisensi ini dipegang oleh istrinya).

Semua film James Bond ini selalu dinyatakan sebagai karya Ian Fleming, padahal sepanjang hidupnya Ian Fleming hanya menulis 14 novel James Bond. Salah satu dari seri James Bond ini, yaitu "From Russia With Love" adalah novel favorit Presiden Amerika John F. Kennedy.

Kata Bijak Hari Ini.
Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu
kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada
di dalam diri anda sendiri, yaitu di dalam cara
anda berpikir dan bersikap.
(Fred Corbett)



Inti Semua Kebijaksanaan. Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, "Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar –dasar semua kebijaksanaan itu."

Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid."Itu masih terlalu banyak," kata sang raja. "Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.

Maka orang - orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku. Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, "Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta."


Kepemimpinan Dan Ilmu Membangun Kelompok





PENGERTIAN
                
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan seseorang yaitu pemimpin untuk mempengaruhi orang lain yaitu yang dipimpin, sehingga orang lain bertingkah laku sebagaimana yang dikehendaki oleh pemimpin.

Kepemimpinan sebagai kedudukan merupakan kumpulan hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh seseorang atau suatu badan hukum. Sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan seseorang atau badan hukum yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.

Kepemimpinan merupakan hasil dari dinamika interaksi sosial. Membicarakan kepemimpinan tentu saja tidak bisa berlepas dari membicarakan kelompok/organisasi. Munculnya seorang pemimpin merupakan hasil dari suatu proses dinamis yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kelompok. Selain itu munculnya seorang pemimpin sangat diperlukan dalam keadaan-keadaan dimana tujuan kelompok sosial yang bersangkutan terhalang atau apabila kelompok tadi mengalami ancaman dari luar.

Seperti  kita maklumi bahwa sejak lahir manusia sudah mempunyai dua hasrat pokok yaitu hasrat untuk menjadi satu dengan manusia lain dan hasrat untuk menjadi satu dengan alam.

Dari kedua hasrat inilah kemudian manusia membentuk kelompok-kelompok sosial didalam kehidupan manusia. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan manusia yang hidup bersama. Himpunan tersebut biasanya antara lain menyangkut hubungan timbal-balik yang saling menguntungkan dan saling mempengaruhi.

Sampai disini bisa dikatakan bahwa manusia  tidak akan bisa bertahan tanpa pertolongan orang lain, manusia memerlukan orang lain guna memenuhi segala macam kebutuhannya baik kebutuhan jasa atau kebutuhan materi supaya dapat bertahan hidup.

Kebutuhan-kebutuhan hidup manusia terus mengalami perkembangan dan semakin beraneka ragam, oleh karena itu lama-kelamaan manusia semakin tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri tetapi ia memerlukan manusia lain untuk membantunya.

Untuk mempermudah kebutuhan-kebutuhan itulah kemudian manusia membentuk kerjasama saling menguntungkan antar manusia. Selain itu untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia disusunlah tugas-tugas khusus yang dikerjakan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian khusus pula. Dalam tahap inilah kemudian muncul kelompok-kelompok yang sudah tersusun rapi dan sistemik dalam kerangka kerja yang menyeluruh itulah yang kemudian disebut organisasi.

Untuk menggerakan organisasi supaya bisa berjalan maka mau tidak mau harus ada pemimpin. Pemimpin yang menjalankan satu organisasi disebut manager.

TUGAS-TUGAS PEMIMPIN

Secara sosiologis, tugas-tugas pokok pemimpin adalah :
  1. memberikan suatu kerangka acuan yang jelas yang dapat dijadikan pegangan bagi pengikut-pengikutnya.
  2. mengawasi, mengendalikan serta menyalurkan perilaku warga masyarakat.
  3. bertindak sebagai wakil kelompok kepada dunia luar.

Menurut fungsi managemen, tugas pokok seorang pemimpin adalah :
  1. menentukan tujuan, kelihatannya sederhana tetapi dalam banyak keadaan tidaklah mudah untuk menjalankannya.
  2. Merencanakan, bila mungkin ada rencana yang disetujui semua anggota organisasi
  3. Memberi Brifing, pemimpin harus mampu memberikan jawaban yang meyakinkan mengapa kita melaksanakannya dengan cara ini atau itu ?
  4. Mengontrol, mengawasi dan memantau semua pekerjaan yang sedang berlangsung.
  5. mengevaluasi
tujuannya adalah melakukan hal yang baik dikemudian hari.


Bila seorang pemimpin bisa melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan yang direncanakan maka organisasi akan bekerja dengan efektif. Ciri grup yang efektif bila anggota-anggotanya siap untuk berubah.

sebagai sebuah proses kerja,  organisasi nantinya akan selalu mengalami perubahan baik perubahan yang positif yang mengarah pada kemajuan maupun perubahan yang negatif yang mengarah pada kegagalan.

Yang perlu diperhatikan pemimpin juga anggota adalah tidak semua perubahan merupakan sebuah kemajuan tetapi adakalanya sebuah kemunduran/kegagalan.

Perubahan menjadi kegagalan bila :
  1. Perubahan yang diusulkan adalah gagasan buruk
  2. Perubahan yang diusulkan tidak diterima oleh pemberi pengaruh
  3. Perubahan yang diusulkan tidak disajikan secara efektif
  4. Perubahan yang diusulkan semata-mata berdasarkan masa lalu
  5. Perubahan yang diusulkan terlalu banyak

Kemudian dalam proses kerja organisasi terdapat empat alasan umum kenapa seseorang tidak melakukan kerja sebagaimana mestinya :
  1. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan
  2. Mereka tidak tahu bagaimana melakukannya
  3. Mereka tidak tahu mengapa mereka yang harus melakukannya
  4. Ada rintangan dari luar


Kerja organisasi adalah suatu koordinasi dari sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh orang-orang yang diberi wewenang untuk mencapai tujuan. Adanya orang-orang yang melakukan sejumlah kegiatan yang terkoordinasi menunjukkan bahwa orang-orang tersebut berhubungan dan saling tergantung satu sama lain serta saling kerjasama.

Sedankan tim kerja adalah sejumlah individu yang memiliki keterampilan kelompok dan memiliki sikap kelompok yang baik.

Individu adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan profesional, motivasi kerja, kepribadian yang sesuai dengan tuntutan tugas untuk melaksanakan kegiatan yang dibebankan pada diri mereka dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Tahap-tahap terbentuknya tim kerja :
  1. tahap formal
ditandai dengan sikap dan perilaku anggota tim yang serba basa-basi penuh formalitas dan sopan-santung serta serba canggung
  1. tahap ya yang dangkal
Ditandai dengan sikap mengiyakan pendapat, meskipun sesungguhnya ia tidak menyutujui atau menerima. Bila hendak menolak pun rasanya tidak enak
  1. tahap frustasi
ditandai adanya omelan-omelan diantara anggota tim. Hal ini karena selalu mengerjakan apapun yang diminta meskipun hatinya tidak setuju.
  1. tahap konfrontasi
dimana anggota tim yang merasa frustasi mulai saling membukakan diri secara murni apa adanya. Tahap ini juga masih dalam tahapan kritis
  1. tahap saling pengertian
bila keempat tahapan sudah dilalui selanjutnya mereka akan saling memahami dan saling mengerti antara anggota-anggota sesama tim
  1. tahap keterikatan emosional
timbul rasa persatuan dan kompak

CARA-CARA KEPEMIMPINAN

  1. Cara-cara otoriler
Ciri-cirinya :
-       Pemimpin yang menentukan segalanya secara sepihak
-       Pemimpin terpisah dari kelompok dan seakan-akan tidak ikut dalam proses interaksi di dalam kelompok tersebut.

  1. Cara-cara demokratis
Ciri-cirinya :
-       Pemimpin mengajak warga atau anggota kelompok untuk ikut serta merumuskan tujuan dan bagaimana tujuan tersesut bisa dicapai
-       Pemimpin secara aktif memberikan saran dan petunjuk
-       Pemimpin secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan organisasi

  1. Cara-cara bebas
Ciri-cirinya :
-       Pemimpin menjalankan perannya secara pasif
-       Penentuan tujuan diserahkan kepada kelompok
-       Pemimpin hanya menyediakan sarana
-       Pemimpin berada di tengah-tengah kelompok, namun dia hanya berperan sebagai penonton

Ketiga katagori tersebut dapat berlangsung bersamaan, karena metode mana yang terbaik sensntiasa sangat tergantung pada situasi yang dihadapi.

ETIKA BERORGANISASI
  1. Potensi terbesar untuk pertumbuhan organisasi adalah pertumbuhan orang-orangnya.
  2. Percayalah pada orang lain maka mereka akan tulus pada anda
  3. Perlakukan mereka seperti orang besar dan mereka akan memperlihatkan dirinya seperti orang besar.
  4. Jangan merobohkan pagar sebelum anda memahami alasan mengapa pagar itu didirikan.

PENUTUP

Mengetahui bagaimana cara melakukan sebuah pekerjaan adalah keberhasilan pekerja, bisa memberitahu orang lain adalah keberhasilan guru, mengilhami orang lain untuk melakukan pekerjaan adalah keberhasilan management, bisa melakukan ketiga-tiganya adalah keberhasilan seorang leaders sejati



Saran-saran untuk fasilitator
-       Fasilitator bisa mengajak peserta untuk melakukan kegiatan di alam terbuka
-       Kegiatan yang bisa dilakukan :
- si buta berpasangan
      - Sepak bola balon
      - Trust fall  

Seni Berbagi Dalam Lingkaran

BERBAGI/SHARING

Sebagai manusia, kita mempunyai keterbatasan-keterbatasan, keterbatasan tersebut untuk masing-masing orang adalah berbeda. Perbedaan keterbatasan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya sangat  dipengaruhi oleh  berbagai faktor baik faktor internal dari diri manusia sendiri maupun faktor eksternal yang berada di luar diri manusia.

Adanya keterbatasan dalam diri manusia telah mendorang manusia untuk berupaya menutupi sebanyak mungkin keterbatasan-keterbatasan dirinya, baik dengan cara belajar mencari ilmu pengetahuan atau keterampilan maupun upaya-upaya lainnya. Namun dalam kenyataannya sepandai apapun manusia seluas apaun ilmu pengetahuan yang dimilikinya manusia tetap saja manusia pasti punya keterbatasan-keterbatasan itu.

Karena itulah mungkin manusia sebagai makhluk sosial yang dibekali potensi akal dan budi  dituntut untuk saling berinteraksi dengan manusia lain sebagai upaya meminimalisir keterbatasan-keterbatasan tadi. Dengan berinteraksi diharapkan kita bisa memecahkan persoalan-persoalan  yang menjadi sumber keterbatasan-keterbatasan hidup kita sebagai manusia.

Banyak cara yang bisa kita gunakan untuk melepas atau meringankan persoalan-persoalan hidup kita salah satu diantaranya yaitu dengan berbagai masalah yang dihadapi dengan orang lain atau hanya sekedar menuliskannya.

Kita cenderung malu untuk membagikan masalah kita dengan orang lain mungkin karena arogansi kita yang merasa kita mampu memecahkan masalah kita sendiri. Berbagi persoalan hidup kita dengan orang lain merupakan sesuatu yang sangat menyebalkan  betapa tidak kita telah membiarkan orang lain mengetahui persoalan-persoalan hidup kita bahkan mungkin rahasia-rahasia yang paling disembunyikan kita.

Berbagi juga merupakan sesuatu yang sangat menakutkan karena kita membuka diri kepada orang lain apa adanya tentang diri kita.  teman,saudara dan orang yang mendengar akan benci terhadap diri kita, dengan berbagi kredibilitas kita yang selama ini dijaga dan dipelihara digerogoti oleh diri kita sendiri. Tapi persoalannya sampai kapan kita membohongi diri kita sendiri ? sampai kapan kita membohongi teman kita ? bukankah kalau kita berbohong mengakibatkan bohong selanjutnya ? kita menutupi bohong yang satu dengan bohong yang lainnya.

Banyak sekali dari kita pada awalnya merasa sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain, akan banyak ketakutan didalam diri kita bagaimana seandainya ......... kita takut masalah kita menjadi rahasia umum.

Ketakutan-ketakutan seperti diatas adalah sesuatu yang wajar dan tidak salah, sekarang tinggal bagaimana kita bisa mencari orang yang bisa dipercaya dan mampu memberikan solusi tentang persoalan-persoalan hidup kita.

LINGKARAN
Lingkaran disini tidak dimaksudkan untuk membatasi orang-orang yang akan kita ajak dalam berbagi, tapi lebih pada orang-orang yang ada dalam lingkup kehidupan kita diantaranta :

KELUARGA

Lingkup lingkungan terkecil kita adalah keluarga, kebanyakan kita membawa kepribadian yang berasal dari pengaruh keluarga. Dari kecil sampai dewasa kepribadian kita dibentuk atas pengaruh terbesar keluarga, kita hidup dengan mereka suka tidak suka mau tidak mau kita harus mampu berbagi dengan mereka tentang persoalan-persoalan hidup  yang kita hadapi  atau kita harus mampu berbagi mengenai ketidak sesuaian sistem yang diterapkan didalam keluarga kita.

SEKOLAH

Sekolah adalah salah satu tempat yang menghabiskan waktu selain tentu saja di rumah, hampir separuh waktu kita dalam sehari kita habiskan disekolah. Banyak dari kita yang merasa tidak siap dengan kondisi-kondisi yang ada disekolah yang akhirnya menjadi pemberontak. Persoalah-persoalan hidup kita disekolah seringkali tidak bisa kita pecahkan sendiri harus melibatkan orang lain baik guru maupun teman-teman kita.

LINGKUNGAN

Tetangga kita adalah orang-orang yang dapat kita katakan mempengaruhi dirikita sekarang ini, mereka mempunyai andil cukup banyak pula dalam pembentukan kepribadian kita. Bagaimana kita  melihat lingkungan kita ? dan bagaimana kita dapat hidup dilingkukngan tersebut ? apakah kita punya cukup andil terhadap lingkungan kita ? sehingga kita merasa senang dengan lingkungan kita ?

INSTITUSI

Mungkin untuk beberapa orang dari kita yang mempunyai penyakit kecanduan NARKOBA akan tinggal beberapa lama didalam sebuah institusi (panti rehab). Institusi seperti ini pula yang membentuk kepribadian baru kita dan bagaimana kepribadian baru ini bisa mempengaruhi hiup kita?

KEGUNAAN BERBAGI

Berbagi untuk sebagian orang adalah suatu aktivitas yang tidak mengenakkan karena biasanya dengan memberitahukan diri kita kepada orang lain sama saja seperti kita membiarkan orang lain untuk membenci kita. Namun demikian untuk sebagian orang berbagi mempunyai banyak kegunaan diantaranya :

  1. berbagi apa yang kita rasakan kepada orang lain akan memudahkan kita untuk dapat melihat diri kita lebih dalam lagi.
  2. berbagi bisa membantu melepaskan persoalan-persoalan hidup kita
  3. berbagi bisa memberitahu kepada orang lain tentang pengalaman-pengalaman kita, sehingga memberikan manfaat bagi orang lain utuk mengambil pangalaman-pengalaman terbaik kita dan menjauhi pengalaman-pengalaman terburuk kita.
  4. membantu untuk membiasakan diri melatih menyampaikan pesan kepada orang lain.

HAMBATAN-HAMBATAN BERBAGI
Adapun hamban-hambatan yang akan kita alami ketika kita berbagi diantaranya :
  1. ketakutan-ketakutan kita yang tidak jelas, kita tidak tahu apa yang sedang kita rasakan sebenarnya. Ketakutan karena kita tidak terbiasa atau takut akan penilaian-penilaian yang akan orang berikan kepada kita.
  2. Tidak percaya diri dengan apa yang sedang kita lakukan, apakah hal ini akan menambah daftar kekurangan kita dimata orang lain atau kita tidak yakin dengan apa yang kita lakukan ini akan bermanfaat untuk kita
  3. Tidak jujur, karena kita masih malu untuk menceritakan secara detail permasalahan kita.
  4. Kurang pengetahuan, terutama bagi pecandu yang sering mengisolasi diri sehingga pengetahuan tentang dunia luar maupun diri kita sangat minim.
  5. Menganggap persoalan kita adalah persoalan terbesar yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh kita apalagi orang lain.

BAGAIMANA CARA MENGATASINYA ?

Untuk mengatasi hambatan–hambatan yang kita hadapi ketika berbagi bisa dilakukan langkah-langkah seperti berikut :

  1. honesty, jujur dangan apa yang kita bagikan kepada orang lain.
  2. openminded, kita mencoba melihat apa yang kita alami adalah seseuatu yang bukan justru membuat kita putus asa, semua ini adalah suatu perjalanan hidup.
  3. take and give, orang yang berbagi dan yang mendengarkan diusahakan untuk merasa mendapatkan sesuatu, misalnya pengalaman yang dibagikan mampu memberikan inspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
  4. http://mrsigit80.blogspot.com/

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More