Jumat, 23 Desember 2011

Butuhkah Sebuah Alasan Untuk Cinta?

Weekend in Love

WANITA: "Mas, apa yang membuatmu mencintaiku?"

PRIA: "Aku tidak bisa memberitahu alasannya... tapi percayalah, aku benar-benar mencintaimu."

WANITA: "Tuh kan! Kamu sendiri bahkan tidak tahu alasannya ... bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintai aku, Mas?"

PRIA: "Aku benar-benar tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membuktikan bahwa aku mencintaimu."

WANITA: "Aku lagi gak nanya soal bukti, Mas. Aku hanya ingin mendengar dengan kata2mu sendiri apa alasannya kamu mencintaiku. Kekasih temanku saja bisa mengatakan padanya mengapa dia mencintainya tetapi kenapa kamu tidak?"

PRIA: "Ok .. ok! Ehm ... aku mencintaimu karena… wajahmu yang cantik, suaramu lembut dan menentramkanku, karena kamu juga penuh perhatian, karena senyummu yg manis itu, dan karena setiap sentuhanmu."

Si WANITA merasa sangat bahagia & tersanjung dengan jawaban Sang Kekasih.

Sayangnya, beberapa hari kemudian, si WANITA mengalami sebuah kecelakaan, banyak bagian tubuhnya yang rusak. Dia juga mengalami koma dalam kondisi yg kritis. Si PRIA kemudian meletakkan sebuah surat di sisinya, dan berikut adalah isi suratnya:

"Sayangku, karena wajah cantik dan suara manismulah, aku mencintaimu ... Sekarang apakah wajahmu masih cantik dengan luka2mu itu? Apakah suaramu yg lembut itu masih bisa kudengar?
Tidak! Oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Karena perhatian dan kepedulian kamu, aku suka padamu. Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya padaku, maka aku tidak bisa mencintai kamu.
Karena senyumanmu dan karena sentuhanmu, aku mencintaimu. Sekarang bisakah kamu tersenyum? Bisakah kamu bergerak untuk menyentuhku?
Tidak, oleh karena itu aku tidak bisa mencintaimu.
Jika Cinta memang harus butuh alasan, maka tidak ada alasan lagi bagiku untuk mencintaimu. Apakah cinta butuh alasan? TIDAK! Oleh karena itu, aku masih mencintaimu dan cintaku tidak memerlukan semua alasan itu. Aku tetap mencintaimu…"

Seingkali, Hal-Hal Terindah dalam Kehidupan kita tidak bisa disaksikan dengan mata , tidak bisa tersentuh oleh indera raga, dan tidak pula dibuktikan… hanya dapat dirasakan dalam hati. Dan hati-lah yang bisa menakarnya.

0 comments via blog:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More