Jumat, 23 Desember 2011

Dijual: Pasangan hidup yang SEMPURNA... di Lantai 6


Memahami Hakikat Kesempurnaan sebagai Pasangan

Saudara-Saudaraku yang berbahagia, sesungguhnya setiap Nikmat yang Tuhan berikan kepada kita adalah sebuah Amanah yang harus kita tunaikan dengan cara mensyukurinya. Dan mensyukuri Nikmat Tuhan, selain dengan pujian terbaik yang kita ucapkan untuk-NYA, yang lebih utama adalah dengan memanfaatkan Nikmat itu untuk kepentingan-kepentingan yang mendukung Kebaikan bagi diri sendiri dan juga mendukung Kebaikan bagi lebih banyak orang lain. Dengan demikian, Tuhan pun memiliki alasan untuk menambahkan lebih banyak lagi Nikmat-NYA kepada kita.

Kesempurnaan... bukan ketika kita bisa mengumpulkan beragam Kebaikan di dalam diri kita. Kesempurnaan... lebih ditentukan ketika kita bisa memberdayakan setidaknya satu Kebaikan yang kita miliki untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi Kehidupan.

Demikian pula, ketika kita mengharapkan kesempurnaan dari orang lain —entah itu kawan, tetangga, teman sekantor, atasan, bawahan, keluarga, anak-anak kita, ataupun Pasangan Hidup kita— kuranglah adil kalau kita hanya menuntut mereka memiliki berbagai macam Kebaikan di dalam dirinya. Alangkah lebih adil dan bijaksana, jika kita mensyukuri Kebaikan yang telah mereka miliki dengan cara mendukung mereka untuk memberdayakan Kebaikan itu agar membawa manfaat sebesar-besarnya bagi semuanya.

Ijinkan kami mendedikasikan cerita berikut ini bagi Anda yang saat ini sedang menjalani sebuah proses pencarian Pasangan Hidup atau berencana untuk menjadikan seseorang sebagai Pasangan Hidup. Lebih dari itu, kami juga berharap cerita ini bisa memberi inspirasi bagi kita yang telah memiliki Pasangan Hidup, agar kita tidak sekedar menuntut lebih banyak Kebaikan dari Pasangan Hidup kita, tetapi lebih berfokus pada mendukung pemberdayaan Kebaikan-Kebaikan yang telah mereka miliki.

Sebagai catatan, kisah ini hanyalah sekedar penggambaran yang inspiratif, bukanlah kisah nyata.

-------------------- o o o O o o o --------------------

Ini adalah sebuah toko yang sangat unik. Di sini kita bisa memilih dan membeli Pasangan Hidup. Toko Pasangan Hidup. Wanita bisa beli suami, dan Pria bisa beli istri. Untuk memberi pelayanan berupa keleluasaan memilah dan memilih, telah disiapkan 6 Lantai. Setiap kelompok Calon Pasangan Hidup dengan kategori tertentu dikumpulkan dalam satu Lantai.

Setiap pelanggan disambut oleh resepsionis dan kemudian diberikan instruksi-instruksi berupa Aturan Main yang wajib ditaati. Begini bunyinya:
1. Pelanggan adalah mereka yang BELUM memiliki Pasangan Hidup
2. Setiap Pelanggan hanya diperbolehkan mengunjungi toko ini SATU KALI seumur hidup!
Percayalah, toko ini mempunyai cara terbaik di dunia untuk mendeteksi kedatangan Anda yang kedua kalinya atau lebih, karena itu manfaatkanlah baik-baik Kunjungan Anda ini
3. Setiap Pelanggan hanya diperkenankan membeli SATU Pasangan Hidup saja
4. Jika Anda memutuskan untuk naik ke Lantai berikutnya, maka Anda sama sekali TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK TURUN KEMBALI, kecuali melalui Jalur Khusus yang langsung menuju Pintu Keluar

Suatu hari, seorang wanita datang ke toko itu, tentu saja untuk mencari suami. Setelah diterangkan oleh resepsionis, wanita ini pun mulai “browsing”. Dia memasuki Lantai Satu dan mendapati sebuah banner dengan tulisan:

”Lantai 1 – BAIK: Calon Suami yang memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan”

Wanita itu tersenyum, “Hmm… baik, tapi biasa saja…” pikirnya, kemudian naik ke lantai selanjutnya, dan melihat banner lagi bertuliskan:

“Lantai 2 – BAIK JUGA: Calon Suami yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan sayang anak.”

“Hmm… boleh juga” pikir wanita itu. Tetapi, mulai timbul penasaran, wanita itu memutuskan naik ke lantai selanjutnya dengan banner:

”Lantai 3 – JUGA BAIK : Calon Suami yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang anak dan juga tampan.”

”Woww… tampan? Ini sih lebih baik! Kenapa dibilang Juga Baik,” pikirnya. ”Ada tambahan apa lagi di lantai ke-empat ya...?” dia makin penasaran dan terus naik ke Lantai 4.

Bannernya bertuliskan: “Lantai 4 - SAMA BAIKNYA: Calon Suami yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang anak, tampan dan menyukai pekerjaan rumah.”

“Ya ampun!” wanita itu berseru, “kenapa dikatakan sama baiknya?? Bukankah ini semakin baik??” Dan terus makin penasaran, dia tidak juga berhenti, melanjutkan ke lantai 5.

Bannar Lantai 5 begini: “Lantai 5 - TEPAT: Ini Calon Suami yang Tepat untuk Anda! Para pria di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang anak, tampan, menyukai pekerjaan rumah, dan sangat romantis.”

”This is perfect!” Pikirnya, dan dia pun memanggil pramuniaga, meminta agar dibantu memilih satu dari beberapa Calon Suami di Lantai 5. Tapi......... setelah melihat beberapa pria, wanita itu tampak mikir lagi, ”Hmm… kan masih ada Lantai 6, kenapa harus berhenti di sini? Pastinya Lantai 6 akan lebih baik lagi daripada yang di Lantai 1 sampai 5 ini…”

Wanita itu bertanya pada pramuniaga, ”Mbak, apa nama untuk Lantai 6?”
”Lantai 6 adalah Lantai SEMPURNA,” jawab pramuniaga. ”Anda yakin tidak jadi memilih di Lantai 5?”
”Naah... tepat dugaanku!” wanita itu berseru, ”Maaf, Mbak, tidak jadi. Saya ke Lantai 6 saja deh. Aduuh… seperti apa ya? Oh my God, pasti jodohku ada di atas.” Wanita itu pun melangkah mantap menuju Lantai 6,

Sesampai di sana, tidak lagi dijumpai banner, tapi ada 2 layar monitor. Monitor pertama yang menyambutnya bertuliskan:

”Selamat Datang di Lantai SEMPURNA”.

Wanita itu pun makin tersenyum kegirangan, siap menemui seorang Pria Sempurna idamannya. Dengan penuh semangat dia berjalan lagi, dan tak jauh kemudian ketemu dengan Monitor kedua yang menampilkan tulisan:

”Selamat! Anda adalah pengunjung kami ke 43,829,641 sejak kami buka. Mohon maaf, kami tidak pernah memiliki stock Pasangan Hidup di Lantai ini karena kami tidak pernah berhasil menemukan seseorang yang SEMPURNA.”

Sesuai aturan main, tidak ada lagi yang bisa dilakukannya. Turun dari Lantai 6 dengan expresi wajah sangat kecewa, wanita itu diberi secarik kertas oleh pramuniaga di pintu keluar yang bertuliskan :

”Lantai 6... maaf jika kami harus mengatakan hal ini. Pintu Keluar di lantai 6 adalah sebagai bukti bahwa banyak sekali manusia tidak pernah bersyukur dengan apa yang sebenarnya Tuhan persiapkan sebagai Anugerah bagi dirinya. Mereka bahkan menolak meskipun sudah bisa melihat banyak kebaikan padanya...

Kesempurnaan Pasangan Hidup Anda bukanlah diukur semata-mata dari Kebaikan yang mereka miliki, tetapi juga diukur dari bagaimana cara Anda melengkapi hidup mereka dengan Kebaikan yang Anda miliki. Untuk itulah Anda Berdua disebut sebagai Pasangan.

Terima kasih telah mengunjungi toko Pasangan Hidup. Tetaplah tersenyum bahagia karena setidaknya Anda telah mendapatkan sebuah Pelajaran Berharga hari ini.”

------------------ oooOooo -------------

Sahabat dan Keluarga Indonesia, semoga cerita ini, walaupun hanya sekedar fiktif, bisa memberi kita Pencerahan yang membuat kita lebih mensyukuri Pasangan Hidup ataupun Calon Pasangan Hidup kita.

Agar lebih meresap ke dalam hati dan kita jadikan salah satu Nilai Kebaikan dalam Kehidupan kita, marilah kita baca sekali lagi bagian terpenting dari tulisan ini, yaitu:

Kesempurnaan Pasangan Hidup Anda bukanlah diukur semata-mata dari Kebaikan yang mereka miliki, tetapi juga diukur dari bagaimana cara Anda melengkapi hidup mereka dengan Kebaikan yang Anda miliki. Untuk itulah Anda Berdua disebut sebagai Pasangan.

Sampaikan salam saya untuk Pasangan Hidup Anda, dan hari ini juga ketika Anda bertemu dengan Beliau, katakan, atau setidaknya tunjukkan melalui sikap yang bisa terbaca dengan jelas olehnya bahwa Anda sangat bersyukur kepada Tuhan karena memiliki Beliau sebagai Pasangan Hidup Anda.

Sumber : i Can Learning & Smile And Enjoy

0 comments via blog:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More