Minggu, 18 Desember 2011

Untuk Semua yg Merasa Terlahir dari Rahim Seorang IBU


Untuk kita semua yg selama ini sudah merasa BERBAKTI atau yg belum merasa BERBAKTI kepada Orang Tua, khususnya kepada Ibunda kita tercinta & termulia... mari kita simak kisah berikut ini...

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya yg sedang memasak. Anak kecil yg polos itu menyerahkan selembar kertas pada Sang Ibu.

"Ada apa Nak?" tanya Sang Ibu.
"Aku ingin menyampaikan tagihan ini buat Ibu..." kata si Anak dengan polosnya.
"Hah? Tagihan apa?" Sang Ibu kembali bertanya sambil setengah tertawa. Akhirnya diterimalah secarik kertas dari Si Anak.
"Ya, ini tagihan dari aku buat Ibu..." Si Anak menegaskan.

Beginilah bunyi "Surat Tagihan Si Anak" itu:
- Memotong rumput Rp. 5000
- Membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
- Pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
- Menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
- Membuang sampah Rp. 1000
- Belajar & mendapat Niilai bagus Rp. 10.000
- Membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000

Tagihan untuk ibu adalah Rp. 32.000

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Wajahnnya tetap tersenyum dengan kasih sayangnya. Dia merasa geli, pengen ketawa melihat kelakuan Anaknya itu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya.

Dan inilah yang ia tuliskan:

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, GRATIS
Untuk semua malam ibu menemani kamu, GRATIS
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, GRATIS
Untuk semua susah & air mata saat mengurus kamu, GRATIS
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, GRATIS

Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, akan kau dapati bahwa harga KASIH SAYANG ibu adalah GRATIS

Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang Anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sama ibu... maafkan aku ya, Bu...” ia kemudian mendekap ibunya.
Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya. ”Ibu juga sayang banget sama kamu nak” kata sang ibu.

Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu. Kali ini Si Anak menuliskan kata: “LUNAS”

Sang Ibu pun tertawa sambil berlinang air mata bahagia, dan kemudian memeluk kembali Si Anak dengan segenap Kasih Sayangnya...

0 comments via blog:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More