Minggu, 28 Agustus 2011

Apa yang diperlukan untuk menghadapi kegagalan

Kita sering mendengar orag mengatakan tentang apa yang diperlukan untuk menjadi orang yang sukses. Saya tidak tahu dari sudut mana Anda melihatnya. Tetapi bagi saya sama dengan apa yang diperlukan untuk menghadapi kegagalan!
Ada sebuah pertanyaan menarik “Mengapa orang akan tengelam apabila jatuh kedalam air?”. Berbagai  jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah “Dia tidak tak dapat berenang”
Ini adalah jawaban menurut saya “Orang tengelam karena dia menetap disitu dan tidak mengerakan dirinya ke tempat lain” . Beberapa kali orang jatuh tidak menjadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit  kembali setiap kali jatuh.
Jangan mengukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah dengan berapa kali dia bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh tidak akan putus asa. Tetapi menyedihkan mendengar bahwa banyak orang seperti mereka yang setelah gagal sementara memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.
Apakah kualitas kita akan membantu bangkit kembali setalah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yangmsti saya sebutkan, karena kalau tidak makna tulisan ini tidak sempurna. Ia dinyatakan dengan begitu bijak sekali dalam kutipan berikut :
“Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa mengantinya. Bakatpun tidak; banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; jenius yang tidak sukses hampir menjadi olok-olokan. Pendidikan pun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”
Yah, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai senantiasa menang-bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan.
Tag: Berani Gagal



0 comments via blog:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More