Selasa, 27 September 2011

Jangan hancurkan masa depan anak

Mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Aku memang belum pernah melakukannya tapi itulah yang aku tahu dan aku lihat selama ini. Apapun itu, yang jelas pengalaman ini tentunya akan aku jadikan pembelajaran ketika aku mempunyai anak kelak, karena yang aku lihat masih banyak orang tua yang mendidik anak-anaknya, yang menurut mereka itu cara “yang terbaik” tapi justru yang mereka lakukan adalah kesalahan besar. Itu membuatku menyadari bahwa bukan hal yang mudah mendidik anak dan bukan hal yang bisa di anggap sepele karena dampaknya bisa “merusak dan menghancurkan” masa depan sang anak.

Kita mungkin bisa melihat, semakin modern dan majunya jaman, semakin sulit pulalah orang tua dalam mendidik anak-anaknya, dan sepertinya “cara” mendidik merekapun harus di sesuaikan dengan perkembangan anak-anak sekarang ini. Mengapa demikian? Karena tidak semua “cara didik” mereka sebelumnya bisa di lakukan di jaman sekarang. Salah-salah malah membuat sang anak merasa “tidak di mengerti”. Namun apapun caranya, yang jelas berdasarkan pada agama, itulah yang paling benar.

Selama ini yang aku tahu, cara mendidik orang tua terhadap anaknya cenderung akan “menurun” kepada mereka ketika sudah mempunyai anak. Kalau untuk cara yang baik, tentu itu hal yang sangat bermanfaat, namun apabila cara yang selama ini orang tuanya lakukan kurang baik, alangkah bijaknya apabila sang anak mengambil hikmah dan pembelajaran agar kesalahan yang di lakukan orang tua terhadapnya tidak di alami lagi oleh anak-anaknya kelak.

Sepertinya cara yang lebih cocok dan lebih bijak yaitu dengan memberi contoh. Orang tua harus bisa menjadi contoh atau panutan yang baik untuk anak-anaknya. Bukan dengan menyuruh atau memaksanya melakukan sesuatu tapi hal itu tidak di lakukannya oleh mereka para orang tua. Misalkan mengajarkan anaknya untuk bisa menghargai orang lain, tetapi mereka (orang tua) bersikap semena-mena kepada orang lain. Orang tua mengajarkan untuk berkata-kata yang baik, tapi kenyataannya mereka sering mengatakan hal-hal yang buruk.

Semua orang tua harus menyadari, bahwa anak-anak mereka bukanlah tempat pelampiasan ataupun tempat untuk mereka “bereksperimen”. Mereka bagaikan kertas kosong yang putih yang tidak ada noda sedikitpun. Kalaupun orang tua harus menggoreskan tinta di atasnya, tentulah dengan kata-kata dan harapan yang baik bukan justru merusaknya. Banyak yang tidak menyadari bahwa secara tidak langsung mereka “merusak” anak-anak mereka. Hal ini menyadarkanku bahwa mendidik anak adalah sebuah proses yang tidak ada titik akhirnya, tak akan pernah berhenti sekalipun mereka sudah menikah.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam mendidik anak :

  • Menumbuhkan rasa takut dan minder pada anak 
  • Mendidiknya menjadi sombong 
  • Membiasakan anak-anak hidup berfoya-foya atau bermewah-mewah 
  • Selalu menuruti dan memenuhi keinginan anak 
  • Tidak mengasihi dan menyayangi mereka, sehingga membuat mereka mencari kasih saying di luar rumah hingga menemukan yang di carinya 
  • Hanya memperhatikan kebutuhan jasmaninya saja 
  • Membiarkan anak melakukan kesalahan / berperilaku buruk 
  • Tidak memberikan apresiasi ketika anak berbuat dan berperilaku baik 
  • Terlalu banyak melarang anak 
  • Terlalu banyak menuntut anak 
  • Tidak memberikan contoh yang baik kepada anak 
  • Melakukan kekerasan fisik terhadap anak maupun di depan anak 
  • Tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup 
  • Tidak ada kekompakan antara ayah dan ibu dalam mendidik anak 
  • Selalu menilai buruk dan menjelek-jelekan anak 

Semoga kita tidak melakukan kesalahan itu dalam mendidik anak-anak kita, dan semoga ketika kita menjadi orang tua kelak, kita bisa menjadi orang tua yang di banggakan anak-anak kita. Orang tua yang menjadi panutan yang baik untuk mereka.



By. Shanty Wiryahaspati

Referensi :
Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd, Anak Sehat dan Cerdas


Add caption

0 comments via blog:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More